Simbol Kecantikan Unik di Berbagai Negara

Tampil cantik adalah idaman setiap perempuan di belahan dunia manapun. Seiring perkembangan zaman, simbol kecantikan perempuan mengalami pergeseran. Namun, penduduk di sejumlah negara ada yang tetap memegang teguh tradisi seputar simbol kecantikan perempuan. Ini dia simbol kecantikan unik perempuan di sejumlah negara.

BERLEHER PANJANG

Senyum penuh keramahan akan menyambut siapapun yang mendatangi Desa Karen, Chiang Rai, Thailand. Di daerah yang berbatasan dengan negara Laos ini, para perempuannya mengenakan kalung berwarna emas yang jumlahnya cukup banyak, hingga menyebabkan leher mereka menjadi panjang.

Sejak zaman dahulu, berleher panjang adalah simbol kecantikan perempuan yang berkembang di daerah ini. Karena itu, tak heran para perempuan di sini bisa mengenakan 20-30 kalung. Namun, pendapat lain percaya bahwa kalung ini bisa melindungi mereka dari serangan binatang buas.

Para perempuan Karen mulai menggunakan kalung sejak masih anak-anak. Kalung ini dikenakan setiap hari dalam setiap kegiatan, termasuk ketika makan atau tidur.  Perempuan berleher panjang tidak disarankan untuk melepas kalungnya karena dikhawatirkan leher jenjang mereka tak mampu menopang kepalanya. Ketika leher mereka sudah melebihi ukuran normal, selain sebagai simbol kecantikan, kalung juga berfungsi sebagai penyangga kepala.

Sumber Foto : lisakristine.com

BEKAS LUKA PADA TUBUH

Pada suku Karo di Ethiopia, perempuan dinilai cantik dan seksi jika memiliki bekas luka dengan pola tertentu di bagian torso dan dadanya. Karena anggapan tersebut, perempuan dari suku ini sengaja melukai dada mereka dengan alat yang sangat tajam, seperti pisau atau pecahan kaca.

Membentuk bekas lukanya juga unik, kulit  dilukai dengan pisau atau pecahan kaca, kemudian digosok dengan tanaman tertentu yang bisa menimbulkan warna gelap pada bekas lukanya. Di beberapa kejadian, bukan hanya tanaman yang dioleskan, tapi juga arang tanah atau bahkan bubuk mesiu. Bekas luka ini akan dibentuk sedemikian rupa hingga menjadi keloid.

Proses membuat bekas luka ini begitu panjang dan menyakitkan. Namun, bagi penduduk di suku tersebut, bekas luka juga mewakili status sosial tertentu. Yang paling penting, bekas luka digunakan untuk menandai tahapan dalam transformasi kehidupan gadis-gadis muda. Artinya, ketika bekas lukanya telah terbentuk, dia diperbolehkan untuk menikah.

Sumber Foto : Pinterest

MENGENAKAN PLESTER DI HIDUNG

Iran bisa dibilang sebagai ibukotanya operasi hidung atau Rhinoplasty. Dari data Internasional Society of Aesthetic Plastic Surgery, Iran masuk dalam peringkat keempat untuk operasi hidung, setelah Brazil, Meksiko dan Amerika Serikat.

Ya, hidung bangir memang menjadi symbol kecantikan bagi perempuan di Iran. Tak hanya itu, usai operasi, mereka mengenakan plester di hidung, sebagai simbol kebanggaan telah melakukan operasi hidung yang membuat mereka merasa lebih cantik.

Menurut data dari Asosiasi Kosmetik dan Bedah Plastik Iran, setiap tahunnya minimal 40 ribu warga melakukan operasi plastik, di mana 60 persen di antaranya melakukan operasi hidung. Realita yang terjadi di masyarakat bisa lebih besar, karena ada sebagian warga yang melakukan operasi hidung tidak pada dokter spesialis bedah. Biaya operasi hidung di Iran dihargai mulai 1500 USD. Sementara gaji bulanan karyawan di Iran berkisar pada angka 270 USD. Tren operasi hidung ini kian marak lantaran pengaruh tayangan sinetron dari Amerika Latin.

Sumber Foto : www.al-monitor.com

TUBUH GEMUK

Di negara Mauritania, perempuan dianggap cantik jika memiliki tubuh yang gemuk. Bahkan, demi mendapatkan tubuh gemuk ini, orang tua mengirimkan anak-anak gadisnya ke pusat pelatihan di mana mereka “dipaksa” untuk makan, hingga minimal 15000 kalori sehari.

Di Mauritania, di mana sekitar 20% dari penduduknya hidup dengan penghasilan kurang dari USD 1,25 per hari, perempuan gemuk lebih diinginkan menjadi istri. Perempuan gemuk dianggap sebagai simbol status dan prestise bagi suaminya. Munculnya stretch mark justru menjadi symbol seks yang akan menarik bagi kaum lelaki.

Sumber Foto : mac.h-cdn.co

BERTELINGA PANJANG

Perempuan di suku Masai, Kenya, Afrika Timur, mengenakan anting dari potongan batu dan gading gajah di telinganya demi memanjangkan telinga. Mereka merasa semakin cantik jika semakin panjang dan besar lubang di cuping telinganya.

Tradisi peregangan telinga ini telah berlangsung selama ribuan tahun. Dan, semakin renggang bentuk telinga menandakan anggota suku yang lebih senior. Anting-anting yang membebani telinganya dipadukan dengan manik-manik cantik yang juga dikenakan sebagai kalung di leher juga gelang di tangan mereka.

Sumber Foto : screwyourself.ca

BERBIBIR LEBAR

Perempuan di suku Mursi, Ethiopia mempercayai bahwa bentuk bibir bawah yang lebar adalah simbol kecantikan. Karena itu, mereka memasukkan piringan tanah liat agar bibirnya menjadi jauh lebih lebar ketimbang ukuran biasa. Dalam catatan sejarah, ukuran piring di bibir menjadi tanda penting status sosial ekonomi. Dalam catatan, piring bibir terbesar berukuran 59,5 cm dan lebar 19,5 cm.

Perempuan di suku Mursi mengenakan piring di bibir sejak usia antara 13 sampai 18 tahun. Dan setiap mereka berulang tahun, ukuran piring akan ditambah. Proses memasukkan piring ke dalam bibir ini mungkin akan menyakitkan bagi sebagian orang. Pertama-tama, dibuat sayatan 1-2 cm panjangnya, kemudian dimasukkan pasak kayu. Setelah dua sampai tiga minggu, luka akan sembuh dan pasak kayu kemudian diganti dengan piring berdiameter 4 cm.

Pada tahun 1990, peneliti  Beckwith dan Carter menyatakan bahwa untuk perempuan suku Mursi dan Surma, ukuran piring bibir mereka menunjukkan jumlah ternak yang harus dibayar sebagai mahar ketika seorang pria ingin meminang mereka. Namun, hal ini dibantah oleh antropolog Turton, yang telah 30 tahun meneliti kehidupan suku Mursi.

Yang jelas, bagi perempuan Mursi, menggunakan piring yang semakin lebar di bibir menjadi simbol kematangan seksual juga kecantikan.(mhp)

Sumber Foto : c2.staticflickr.com