Potensi Wisatawan dari Timur Tengah Ketika Raja Salman Datang

Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud beserta rombongan pada bulan Maret ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Timur Tengah, khususnya dari Arab Saudi ke Bali. Hal tersebut bisa terjadi lantaran efek publikasi dari kegiatan Raja Salman. “Efek ya kalau sudah rajanya atau publik figur yang datang, dampak ikutan itu pasti ada,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau akrab disapa Cok Ace.

Kedatangan Raja Salman dapat meningkatkan branding Bali sebagai destinasi yang bisa dikunjungi oleh wisatawan Timur Tengah seperti Arab Saudi. Apalagi Bali menjadi salah satu destinasi wisata yang kerap dikunjungi wisatawan Timur Tengah jika berlibur ke Indonesia. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali, I Ketut Ardana juga mengatakan hal serupa dengan Cok Ace.

Ia menyebut masyarakat Arab Saudi bisa menyaksikan kunjungan Raja Salman ke Bali melalui siaran media milik Arab Saudi. “Dengan kunjungan rajanya (Raja Salman), sekian banyak itu akan disiarkan di negaranya (Arab Saudi). Kita promosi tidak perlu bayar lagi. Sudah pasti ke depannya, masyarakatnya pasti ke sini (Bali),” jelas Ketut Ardana.

Kunjungan terakhir Raja Arab Saudi ini terjadi pada 46 tahun lalu. Kunjungan itu terjadi tepatnya saat Raja Faisal berkunjung ke Jakarta pada 10-13 Juni 1970. Kunjungan kenegaraan Raja Salman berlangsung 1-3 Maret. PAda 4-9 Maret, rombongan Raja Salman yang berjumlah sekitar 1500 orang akan berlibur di Bali.

Rombongan yang ikut serta mencapai 1.500 orang, termasuk 10 menteri dan 25 pangeran. Kedatangan Raja Salman ke Indonesia terkait pertemuan kedua negara untuk membahas sejumlah topik, seperti penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia, hingga perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.(rab)