Perempuan dalam perspektif Ayah dan Kebanggaan terhadap Serempak.id

Oleh : Hadi Arrashid

 

 

Ternyata pendapat atau pepatah “Wanita itu kaum lemah” terpatahkan dengan kalimat berikut “Kalau-lah pria lebih kuat, pasti rahim itu akan dititipkan padanya”…

Jika pria itu diciptakan dengan sifat egois dan amarah, sehingga tak jarang sering berujung pertikaian yang menyebabkan kematian. Maka perempuan hidup dengan sifat kasih dan lembut untuk mengantarkan sebuah kehidupan melalui proses kelahiran…

Keluarga tanpa kehadiran seorang Perempuan,
Bagai rumah tanpa Bunga dan Kehidupan…
Keluarga tanpa kehadiran seorang Pria,
Akan tetap berjalan sebagaimana keluarga biasanya…

Sudah menjadi pepatah lama islam bahwa “Bangsa yang Besar, Berawal dari Perempuan”. Jika hancur prilaku dari para perempuan, maka hancur pula bangsa itu. Tapi yang menarik adalah bukan mempersalahkan prilaku perempuan tersebut. Karena itu pasti kesalahan kita “kaum pria” yang tidak berhasil mendidik, tidak berhasil menjaga, tidak berhasil melindungi. Islam paham betul dan sangat menjunjung kemuliaan perempuan. Salah, jika ada yang berfikir islam malah mengekang kebebasan aspirasi perempuan. Tentu ada frame berfikir yang perlu kita pakai dalam mencermati sebuah masalah. Saat berada di sekitar perempuan, kita perlu hadir sebagai booster penyemangat hidupnya. Namun saat berada di posisi sebagai pria, kita perlu hadir sebagai pelindung mereka.

Sudah sepatutnya mulai hari ini kita berani menjadi Lelaki yang baru bagi dunia wanita, dimana saat terjadi kekerasan terhadap wanita, kita berani mengatakan “JANGAN pada sesuatu yang SALAH”. Dan bergandengan tangan bersama gerakan serempak untuk:

  • Menghentikan dan mengurangi tindak kekerasan terhadap wanita
  • Menghentikan dan mengurangi perdagangan manusia
  • Mendorong aspirasi wanita