Perayaan Hari Ibu dan Sosialisasi Three Ends di Fun Walk Serempak

Selamat Hari Ibu untuk para perempuan hebat, pembaca sekaligus sahabat Serempak. Menjelang hari istimewa ini, Serempak pun menggelar acara Fun Walk dan Bincang Santai bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Bagaimana jalan acaranya? 

“Perayaan Hari Ibu tahun ini mengusung tema yang berbeda yaitu kesetaraan gender dan Three ends yaitu mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia serta memberikan kesetaraan ekonomi pada perempuan,” ujar Ibu Ratna Susianawati Asisten Deputi bidang Kesetaraan Gender Infrastruktur dan Lingkungan membuka acara Fun Walk dan Bincang Santai pada tanggal 18 Desember 2016, yang diadakan oleh Serempak bekerja sama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak.

Selain dihadiri oleh Ibu Ratna Susianawati, acara ini juga dihadiri oleh Ibu Ina Rachman, Ketua komisi 8 DPP-PPLIPI, Ibu Dian Wisdianawati, Ketua Komisi 9 DPP-PPLIPI sebagai narasumber, Ibu Martha Simanjuntak Ketua POKJA SEREMPAK dan Ani Berta sebagai moderator. Acara Fun Walk dan Bincang Santai yang bertempat di Sarinah, makin meriah dengan adanya 80 blogger yang bersemangat dan antusias hadir dalam berkontribusi Three Ends.

Selain bincang santai mengenai Three Ends, seputar permasalahan hukum pada anak dan perempuan menjadi topik yang menarik bagi para blogger. Ibu Ina Rachman dan Ibu Dian Wisdianawati  memaparkan dengan menarik mengenai kedua hal tersebut.


Menurut Ibu Ina Rachman, perlindungan hukum untuk perempuan dan anak di Indonesia sudah cukup baik. Namun, hal yang paling penting adalah proses rehabilitasi korban kekerasan, pedofil, dan trafficking. Saat ini, penanganan rehabilitasi menjadi semakin mudah dengan adanya crisis centre. Ibu Ratna menambahkan, kini ada Pusat Perlindungan Terpadu Perempuan dan Anak (P2TPA) dari Kementerian PP&PA serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) yang bekerjasama dengan kepolisian di seluruh Indonesia. Dengan adanya crisis centre, P2TPA dan UPPA, diharapkan blogger, netizen, serta masyarakat berperan aktif melaporkan dan membantu rehabilitasi para korban kekerasan, trafficking dan pedofil.

Banyak pertanyaan – pertanyaan menarik yang disampaikan para blogger kepada narasumber, seperti permasalahan hukum pada anak. Menurut Ibu Dian, untuk beberapa kasus, permasalahan hukum pada anak tidak semuanya divonis hukum berat, namun diserahkan kepada keluarga untuk dibina kembali. Tapi, tetap ada undang – undang dan regulasi yang mengatur tindak pidana berat yang dilakukan oleh anak.

Selain itu, untuk menjaga mental anak – anak yang mengalami permasalahan hukum, penyebutan penjara ditiadakan dan diganti menjadi lembaga perlindungan anak. Makin banyaknya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang focus terhadap permasalahan hukum pada anak – anak, dapat membantu anak – anak lebih mudah menghadapi permasalahan hukum dan mendapatkan masa depan yang lebih baik setelahnya.

Acara Fun Walk dan Bincang Santai pun diakhiri dengan pelepasan para blogger mengelilingi area Car Free Day (CFD). Para peserta pun makin bersemangat untuk menyebarkan informasi mengenai Three Ends pada peserta CFD dan masyarakat.(yh)