Penelitian Terbaru: Menyusui Kurangi Risiko Terkena Penyakit Mematikan

Menyusui menurunkan risiko seorang perempuan terkena kanker payudara. Mungkin hal ini sudah banyak diketahui oleh para ibu. Tapi, ternyata menyusui juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit mematikan lainnya. Apa saja itu?

menyusui-mengurangi-resiko-penyakit-mematikan

Tidak Hanya Kanker Payudara

Selama ini penelitian yang dilakukan untuk mengetahui keuntungan dari menyusui pada bayi sudah banyak dilakukan. Hasilnya membuktikkan bahwa menyusui bayi selama minimal enam bulan sampai satu tahun dapat meningkatkan kesehatan bayi selama masa pertumbuhannya. Tapi, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Maternal & Child Nutrition menunjukkan bahwa menyusui juga memberikan dampak positif pada ibu, selain mengurangi rsiko terkena kanker payudara.

Penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat ini mendapatkan hasil bahwa para ibu yang menyusui anaknya sesuai dengan waktu yang dianjurkan, yaitu minimal enam bulan sampai satu tahun, dapat mengurangi risiko dirinya terkena kanker ovarium pre-menopause, diabetes, hipertensi atau darah tinggi, sampai penyakit jantung. Untuk para ibu yang menyusui lebih lama dari waktu yang dianjurkan bahkan dapat lebih meminimalisir risiko terkena penyakit mematikan tersebut.

Bisa Kurangi Biaya Kesehatan

Ketua penulis penelitian, Dr. Melissa Bartick, yang juga menjabat sebagai assistant professor of medicine di Harvard Medical School and the Cambridge Health Alliances, melaporkan, “Menyusui ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan dalam menurunkan risiko seorang ibu terkena penaykit mematikan dan juga mengurangi biaya kesehatan untuk ibu dan anak.”

Masih menurut penelitian yang ditulis oleh Dr Melissa, penyebab kematian dini pada bayi dan juga besarnya biaya kesehatan anak, 80% disebabkan dari pihak ibu. Salah satu yang menjadi penyebabnya adalah karena sang ibu tidak menyusui bayinya. Dengan menyusui sesuai dengan waktu yang dianjurkan, selain bisa mengurangi risiko kematian dini pada bayi, ibu juga sekaligus mengurangi pengeluaran untuk biaya kesehatan anak.

Secara tidak langsung, penelitian ini menganjurkan para ibu untuk tetap sehat selama masa kehamilan sampai menyusui, sehingga bisa memberikan dampak positif bagi bayi dan dirinya sendiri. Untuk menghasilkan anak yang sehat, harus dimulai dari ibu yang sehat terlebih dahulu, bukan?

Manfaat Lain Menyusui

Selain untuk mengurangi risiko terkena penyakit mematikan, menyusui juga memiliki manfaat lain untuk ibu. Berikut beberapa di antaranya.

  • Lebih ekonomis. Tidak hanya bisa membantu mengurangi biaya kesehatan anak, menyusui juga terbukti lebih ekonomis karena ibu tidak perlu membeli susu formula yang harganya tidaklah murah. Ibu hanya perlu mengandalkan ASI dari tubuhnya sendiri untuk memberikan asupan gizi pada bayinya.
  • Menurunkan berat badan. Selama menyusui, lemak di bagian pinggul dan pinggang akan lebih cepat berkurang sehingga bentuk tubuh akan lebih mudah kembali terbentuk seperti sebelum hamil. Hal ini juga dibuktikan dengan sebuah penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 14.000 ibu yang menyusui. Hasilnya, para ibu tersebut mengalami kenaikan berat badan yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui.
  • Meredekan depresi. Banyak ibu yang berbagi cerita bahwa saat menyusui bayi adalah saat yang paling mereka nikmati. Hal ini dikarenakan karena ibu merasa paling santai dan kondisi mentalnya ada di posisi paling tenang saat menyusui bayinya. Itulah mengapa menyusui juga bisa meredakan depresi atau stres yang mungkin saja dialami oleh para ibu pasca melahirkan.
  • Tulang dan sendi sehat. Tidak hanya penyakit mematikan yang bisa dihindari oleh para ibu menyusui, tapi juga bisa memiliki tulang dan sendi yang sehat. Menyusui bisa mengurangi risiko seorang ibu terkena osteoporosis dan payah tulang. Sedangkan menurut sebuah penelitian yang dilakukan di Asutralia pada 2003, ibu yang menyusui selama setidaknya satu tahun akan mengalami pengurangan risiko terkena rheumatoid arthritis atau radang sendi sebanyak 20% atau bahkan bisa sampai 50% untuk ibu yang menyusui selama dua tahun.(ew)