Pendampingan Terhadap Perempuan Korban Kekerasan

Kekerasan terhadap perempuan masih banyak terjadi di sekitar kita. Maka diperlukan sebuah program yang bisa memberikan pendampingan terhadap para perempuan korban kekerasan ini. 

Kasus kekerasan terhadap perempuan masih tergolong tinggi, bahkan data dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan ( Komnas perempuan ) menunjukkan jika sepanjang tahun 2015 terjadi tindak kekerasan yang semakin neluas. Jika sebelumnya kasus banyak terjadi di ranah domestik , sekarang  justru semakin merambah ke ranah publik.

Jumlah kasus yang datanya diperoleh dari 232 lembaga mitra Komnas Perempuan di  34 provinsi, tercatat 16.217 kasus kekekerasan terhadap perempuan.

Angka itu adalah angka yang bisa dicatat oleh lembaga mitra Komnas Perempuan, kemungkinan saja masih ada data yang belum tercatat, mengingat tidak semua kasus kekerasan dilaporkan pada pihak berwajib.

Kenapa  kekerasan terhadap perempuan harus dicegah, diberantas dan diperangi? Karena dampak dari kekerasan seksual ini sangat negatif, baik terhadap  individu maupun dampak sosialnya.

Kekerasan terhadap perempuan ini memiliki pengaruh yang kuat, terutama pengaruh negatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

  • Dampak secara fisik
    Dampak secara fisik itu sudah pasti yaitu memar, luka baik luka ringan maupun luka fatal, bahkan bukan tidak mungkin membawa pada kematian.

    • Luka atau cacat permanen pada beberapa anggota tubuh juga dimungkinkan bisa terjadi.
    • Gangguan reproduksi, seperti trauma seksual, tidak bisa menjalani kehidupan seksual dengan rasa aman, yang termasuk dampak jangka panjang
  • Dampak sosial
    Perempuan korban kekerasan, bisa saja mengalami pengucilan di masyarakat disebabkan belum terbukanya pandangan masyarakat bahwa korban adalah pihak yang membutuhkan rasa aman.
  • Dampak psikologis
    Trauma berkepanjangan yang dialami korban , misalnya ada semacam ketakutan bila bertemu dengan orang lain, ketakutan yang mungkin tanpa alasan dan sebagainya.
    Kejadian buruk yang menimpanya tak mudah untuk hilang begitu saja dari ingatan, muncul rasa takut sekaligus benci pada kaum laki-laki.
  • Bisa anti sosial
    Berubah menjadi pendiam, tertutup, mengisolasi diri dari pergaulan, karena ada rasa rendah diri, frustasi, putus asa hingga depresi.
    Sampai di sini, terkadang akan mencari pelampiasan yang bisa saja keliru seperti penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan bebas, dan lainnya.

Lalu apa yang bisa dilakukan pada korban kekerasan seksual agar derita yang dialaminya tidak berkepanjangan dan merembet menjadi persoalan yang lebih buruk?.

Pada dasarnya, yang dibutuhkan oleh eks korban kekerasan adalah rasa nyaman yang sama seperti sebelum dia menjadi korban kekerasan.
Eks korban kekerasan membutuhkan pengakuan dari lingkungan sosialnya, bahwa apa yang dialaminya bukanlah sebuah masalah yang akan menjauhkannya dari lingkungan sosial. Beberapa hal yang bisa dilakukan di antaranya adalah

  • Tidak menyalahkan korban.
    Adalah tidak bijaksana, ketika kejadian kekerasan tersebut ditimpakan kepada korban sebagai penyebab, apapun alasannya.
    Selain hal ini tidak membantu memecahkan masalah, justru akan memperburuk situasi.
  • Buatlah nyaman dengan kedekatan.
    Tawarkan pada eks korban kekerasan, untuk melakukan sharing atau berbagi terutama tentang masalah yang dihadapinya. Yakinkanlah dia bahwa orang-orang di sekitarnya peduli padanya dan akan membantunya menyelesaikan masalahnya.
  • Jangan dikucilkan
    Justru orang-orang yang menjadi korban kekerasan itu membutuhkan simpati dan empati, jadi tidak seyogyanya kalau dikucilkan.
    Pengucilan sosial hanya akan memperburuk masalah, menambah berat bebannya. Eninambah volume traumanya, berpotensi menumbuhkan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.
    Tetaplah mencintainya sama dengan sebelumnya, dan cintailah dia tanpa syarat.
  • Ajaklah untuk terbuka
    Ajaklah untuk terbuka pada orang-orang dekatnya, seperti keluarga, sahabat atau mungkin pemuka agama, dan ulama yang dia percaya.
    Dorongan dan ajakan untuk terbuka ini selain meringankan beban mental korban, juga akan membuka simpul masalah dengan benar.
  • Ajaklah melupakan masa lalu
    Yakinkan pada korban, bahwa masa depan yang cerah menanti, dan waktu masih panjang untuk memberdayakan diri sehingga tak ada gunanya terus mengingat masalah yang sudah lewat.

Pemberdayaan menjadi penting, baik berkaitan atau tidak berkaitan dengan kekerasan seksual pada perempuan.
Karena dengan pemberdayaan, perempuan jadi memiliki keunggulan, memiliki nilai lebih, pada akhirnya akan memiliki posisi yang setara.

Kesetaraan inilah yang akan menjadi penangkal bagi perempuan agar tidak ‘dikuasai’.(nf)