Mengenalkan Jenis Sentuhan untuk Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual pada Anak (GN-AKSA) telah dicanangkan oleh Pemerintah melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 5 tahun 2014. Gerakan ini merupakan gerakan yang menyatukan semangat, tekad dan upaya bersama dalam memerangi kejahatan seksual terhadap anak.

Pencanangan gerakan nasional tersebut, tentunya memiliki latar belakang alasan yang kuat. Sekretaris Jenderal Komnas Perlindungan Anak, Samsul Ridwan, kepada Serempak.id mengatakan bahwa 52 persen dari 2.467 aduan yang masuk pada 2011, merupakan kejahatan seksual. Pada 2012, ada 2.637 aduan yang 62 persennya kekerasan seksual. Meningkat lagi di 2013 menjadi 2.676 kasus, di mana 54 persen didominasi kejahatan seksual. Kemudian pada 2014 sebanyak 2.737 kasus dengan 52 persen kekerasan seksual. Per Desember 2015, tercatat sebesar 59,30 persen aduan kekerasan seksual yang masuk ke Komnas Perlindungan Anak.

Tercatat pula bahwa 62 persen kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan lingkungan sekolah, selebihnya 38 persen di ruang publik. Pelaku kejahatan bisa siapa saja, yang ada di sekitar anak. Semua berpotensi menjadi pelaku. Beberapa kasus menunjukkan orang terdekat seperti anak, guru, orang tua, abang, keluarga terdekat, tetangga, bahkan penjaga sekolah, pernah menjadi pelaku kekerasan seksual pada anak.

Umur yang masih belia, menjadikan seorang anak mudah untuk dijadikan sebagai korban. Mudah diiming-imingi sesuatu dan lemah, menjadikan anak-anak tidak menyadari bahwa dirinya adalah korban. Beberapa anak bahkan tidak mau bercerita kepada orangtua atau siapapun, jika mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Terlebih jika mereka diancam.

Pengawasan ketat kepada  anak, sudha menajdi keharusan untuk dilakukan oleh para orangtua dan guru. Tak hanya itu, agar anak Anda terhindar dari kekerasan seksual, maka perlu mengenalkan cara pencegahan sejak dini ke mereka. Mengapa? Karena Anda tidak akan mungkin setiap detik ada di sampingnya, bukan?. Selain itu, siapa saja berpotensi menjadi pelaku kekerasan, termasuk keluarga terdekat.

Hal paling mudah yang dapat dilakukan sejak dini pada anak adalah dengan mengenalkannya pada jenis-jenis sentuhan. Sentuhan yang dimaksud adalah sentuhan orang kepada si anak.

Perkenalkan yang mana sentuhan yang boleh, mana sentuhan yang tidak boleh. Sentuhan boleh adalah sentuhan seseorang pada kepala, tangan dan kaki anak. Sentuhan tidak boleh adalah sentuhan pada bagian badan yang tertutup baju atau baju dalam. Jelaskan pula pada anak, jika ada yang menyentuh, siapapun, baik paman, bibi, teman atau siapapun, jika menyebabkan rasa tak nyaman, maka termasuk sentuhan yang tidak boleh.

Jangan pernah lupa untuk berulang-ulang mengingatkan anak agar selalu waspada kepada orang yang tidak dikenal. Berhati-hati menerima pemberian dan harus berani menceritakan jika ada perlakuan tidak menyenangkan atau hal yang tak membuat nyaman, yang diterima oleh anak.

Lalu apa yang harus dilakukan oleh anak, apabila mereka menerima sentuhan tidak boleh? Termasuk saat dilakukan oleh kerabat dekat atau orang yang dikenal baik?. Ajari anak Anda untuk katakan “tidak,” berlari menghindar dan harus berani melaporkan ke ayah, ibu atau guru.

Melatih kemandirian anak sejak dini, juga merupakan salah satu cara mencegah ia menjadi korban kekerasan seksual. Latih anak Anda sejak dini untuk buang air sendiri, tanpa bantuan orang lain. Khususnya jika ia sudah bersekolah. Sejak di rumah, perlihatkan kepada anak, di mana mereka harus mengganti baju. Meski mereka balita, jangan mengganti bajunya di tempat terbuka. Beberapa kasus kekerasan seksual, juga menimpa anak balita berusia 3 atau 4 tahun.

Untuk memudahkan mengingat tentang sentuhan, anak bisa diajari lagu sedehana. Bisa didengar atau unduh di https://t.co/zu4tnXX4Su

Sentuhan boleh

Sentuhan boleh

Kepala, tangan, kaki

Karena sayang

Karena sayang

Karena saying

 

Sentuhan tidak boleh

Sentuhan tidak boleh

Yang tertutup baju dalam

Hanya diriku

Hanya diriku yang boleh menyentuh

Sentuhan tidak boleh

Sentuhan tidak boleh

Yang tertutup baju dalam

Lebih baik menghindar

Bilang ayah ibu(abt)