Manfaat Dongeng untuk Anak

Pernahkah kamu menceritakan sebuah dongeng untuk anak? Aktivitas yang kesannya remeh ini, ternyata punya banyak manfaat untuk anak. Apa sajakah? 
Minimnya pengenalan anak kepada dongeng menjadi salah satu faktor yang mendorong Kelompok Dongeng Kota Hujan rutin mengenalkankan dongeng pada anak. “Kebanyakan anak terlalu akrab dengan gadget,” kata Rika Endang Triyani, Founder Kelompok Dongeng Kota Hujan.
Anak, apabila diberikan gadget untuk bermain, maka akan lebih memilih gadget dibandingkan permainan lain seperti mendongeng. Perkenalan dongeng juga dilakukan agar orangtua mau juga ikut mengenalkan dongeng kepada anak. “Agar orangtua juga lebih suka mendongeng kepada anak,” kata Rika lagi kepada Serempak.id.
festival-dongeng-1
 
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah melaksanakan Festival Dongeng Kota Hujan 2016 #PiknikDongeng. Acara ini merupakan rangkaian Festival Dongeng Internasional Indonesia. Selain itu juga merupakan rangkaian kegiatan kegiatan menuju 200 tahun Kebun Raya Bogor. Beberapa waktu Festival Dongeng ini sudah pernah dilaksanakan di Jakarta, Kebun Raya Bogor maupun di Poso, Sulawesi.
 
Acara di Kebun Raya Bogor diikuti lebih dari seratus orang yang terdiri dari orangtua dan anak. Usia anak yang hadir mulai dari bayi hingga usia sekolah. “Mendongeng tak mengenal usia. Semua usia bisa mendengarkan dongeng,” kata Rika lagi.
 
Di Kebun Raya Bogor, para pengunjung datang dengan membawa membawa tikar dan bekal favorit untuk dikonsumsi sambil mengikuti festival dongeng. Ada yang memilih duduk sambil menemani anak yang tampak simak mengikuti acara,tapi ada juga yang rela berdiri agar dapat menikmati dongeng yang dibacakan. Para pengunjung hanya membayar tiket masuk Kebun Raya Bogor saja. Sedangkan untuk mengikuti Festival Dongeng, tidak dikenakan biaya.
 
festival-dongeng-2
Kali ini, pendongeng yang dihadirkan berasal dari dalam dan luar negeri. Pendongeng dari Indonesia yang dihadirkan adalah Puppetaria. Sedangkan empat pendongeng luar negeri yang dihadirkan adalah Wajuooa Tossa (Thailand), Craig Jenkins (U.K), Jeeva Raghunath (India) dan Sheilla Wee (Singapura).
 
Masing-masing pendongeng memyampaikan dongeng dengan cara yang menarik. Salah satunya adalah Craig Jenkins. Ia mampu membawa dongeng tentang pertemanan dua binatang dengan cara yang menghibur. Ekspresinya terlihat dengan sangat baik. Beberapa kali terdengar suara tawa dari anak-anak dan orangtua. Craig juga kerap kali mengajak para pengunjung untuk menirukan ucapan yang terlontar dari mulutnya.  Craig menyampaikan materi dengan bahasa Inggris dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Ada nilai-nilai yang dimasukkan dalam setiap materi dongeng yang disajikan. Salah satunya yakni tak boleh malas dan harus rajin.
 
festival-dongeng-3
Ardy, salah satu orangtua yang datang dengan istri dan anak yang berusia 4 tahun mengatakan sengaja datang untuk mengikuti Festival Dongeng ini. “Acaranya menghibur dan mendidik,” kata warga Pamulang ini. Menurut Rika, mendongeng dapat menambah literasi anak dan imajinasi anak semakin terbuka. Anak pun semakin lebih kreatif. (rab)