Lobang Jepang, Saksi Suramnya Era Pendudukan Nippon

Ada unsur mistis yang muncul setiap kali mendengar nama Lubang Jepang, sebutan bagi terowongan yang berfungsi sebagai bunker yang dibangun pada era pendudukan Jepang. Di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, ‘Lobang Jepang’ terdapat di Taman Panorama. Dari Padang, Lobang Jepang dapat dicapai dalam 2 hingga 3 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. Sesampainya di pusat sekitaran Menara Jam Gadang Bukittinggi, kita hanya membutuhkan 20 menit berjalan kaki untuk sampai ke Lobang Jepang.
lubang-jepang-1
Harga tiket masuk ke Lobang jepang bagi anak-anak sebesar Ro 5000, sedangkan orang dewasa dikenakan retribusi sebesar Rp 8000. Saat memasuki area pintu depan Lobang Jepang, pengunjung harus menuruni terowongan yang panjang dengan puluhan tangga yang cukup curam. Tangga ini diberi pembatas yang memisahkan jalur masuk dan keluar.
 
Lubang jepang dibuat atas instruksi Letjen Moritake Tanabe, Panglima Divisi ke-25 Angkatan Darat Jepang. Konstruksi lubang ini dikerjakan sejak Maret 1944 dan selesai pada awal Juni 1944 dengan total pembuatan selama kurang lebih 3 tahun dengan kedalaman mencapai 49 meter di bawah permukaan tanah. Kini, diameter lorong berukuran sekitar 3-4 meter dan diterangin cahaya neon di tiap sisi.
lubang-jepang-2
 
Jimmy, pemandu wisata mengatakan Lobang Jepang dibangun dengan mempekerjakan secara paksa orang-orang uang berasal dari Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. “Tidak ada orang Bukittingi yang mengerjalan lubang ini untuk menjaga kerahasiaan,” kata Jimmy seperti dikutip dari Kompas.com. Pintu masuk melalui Taman Panorama dan harus turun melewati ratusan anak tangga ke bawah yang akan tembus di tepi jalan. Menurut Novirman, pemandu wisata mengatakan ada 21 lobang yang kalau ditotal sepanjang 1470 meter. Sebanyak 6 lobang dijadikan tempat penyimpanan senajata. Ada juga satu lobang yang menjadi tempat tidur. “Indikasinya terlihat dari ditemukannya dipan,” kata Novirman kepada tabloidnova.com.
lubang-jepang-3
 
Ada juga ruang penyimpanan amunisi, ruang tahanan, lubang pengintaian pada bagian atas serta lobang kecul tepat di bawahnya. Bagian ujung Lobang Jepang mengarah ke sungai Sianok. Lobang Jepang ini pertama kali ditemukan kembali pertama kali pada tahun 1950 dengan kondisi pintu hanya 20 cm dengan kedalaman 64 meter. Panjangnya 6 kilometer. Saat ini, hanya 1,5 kilometer saja yang dibuka untuk umum. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di ujung jalan. Rencananya, akan ada beberapa bagian goa yang dijadikan tempat rekreasi yang menarik seperti pemutaran film dan museum. (rab)