Literasi Digital 2017, Meningkatkan Potensi Ekowisata Dengan TIK di Bumi Laskar Pelangi

     Belitung, pulau yang dikenal dengan bumi laskar pelangi ini memiliki potensi wisata yang menarik. Dengan bentang alam yang indah, sebagian besar penduduknya, terutama yang tinggal di kawasan pesisir pantai sangat akrab dengan kehidupan bahari yang kaya dengan hasil laut. Kekayaan laut menjadi salah satu sumber mata pencaharian penduduk Belitung.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) merupakan salah satu kementerian yang turut berperan dalam upaya meningkatkan kualitas dan akses terhadap layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan dengan TIK dengan mengusung program Literasi Digital.

Dengan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara optimal dan berkelanjutan, dapat mendorong kemudahan akses masyarakat dan memunculkan kondisi yang mendukung pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat Belitung.

 KPPPA bersama dengan IWITA kembali menggelar kegiatan literasi digital dengan tema “Meningkatkan Potensi Ekowisata Dengan TIK di Bumi Laskar Pelangi” yang diselenggarakan di Belitung.

Seminar dan Gelar bicara kali ini dimoderatori oleh Ibu Martha Simanjuntak, SE. MM selaku Founder dari IWITA (Indonesian woman IT Awareness).  Telah hadir pula narasumber-narasumber yang kompeten diantaranya Bapak Jamalul Izza, beliau adalah Ketua Umum APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), Ibu Diena Haryana sebagai pendiri Yayasan Sejiwa dan Pengarah Siberkreasi, dan Bapak Budi Setiawan selaku Koordinator Nasional Community Based Tourism Telapak Indonesia.

Sebelum acara gelar bicara dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPPPA Ibu Ratna Susianawati SH.MH, dan pembacaan keynote speech disampaikan oleh Plt. Deputi Kesetaraan Gender KPPPA, Ibu Dra. Sri Danti, MA.

Selama lima tahun terakhir, telah terjadi suatu revolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK)  yang luar biasa. Tidak hanya di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Sekarang kita bisa melakukan segala sesuatu dengan melalui gadget. Dulu, kita harus pergi ke luar rumah terlebih dahulu untuk berbelanja. Tapi dengan revolusi digital, kita bisa melakukannya dimana saja lewat gadget, alat yang sekarang tidak bisa kita pisahkan dari hidup kita. Sekarang semuanya bisa dilakukan melalui aplikasi, misalnya membeli makanan atau memesan kendaraan.

Setiap bidang aspek pasti memiliki unsur positif dan negatif.  Kalau kita perhatikan, Indonesia dengan jumlah 132,7 juta jiwa yang menggunakan internet, terdapat hal negatif yang ditemukan, misalnya banyak sekali berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selain itu, penggunaan media sosial oleh orang yang tidak bertanggung jawab yang menggunakannya untuk membuat konten negatif  dan prostitusi online.

Dengan semakin terbukanya pemakaian gadget, tentu kita harus meningkatkan wawasan. Bagaimana caranya kita menggunakan gadget dengan tanggung jawab? Yaitu, dengan literasi digital. Belitung merupakan daerah pariwisata. Para ibu rumah tangga yang ada di Belitung bisa menggunakan TIK untuk meningkatkan produktivitas dan menambah nilai ekonomi, misalnya dengan membuka usaha dan mempromosikannya dengan TIK. Untuk remaja, diharapkan literasi digital ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan, selain itu juga mengetahui bagaimana caranya menggunakan TIK dengan lebih efisien dan bertanggung jawab.

Literasi digital sebagai satu kata kunci bagaimana kita sebagai perempuan dan anak Indonesia  bisa bertanggung jawab menggunakan teknologi yang ada, sekaligus bisa meningkatkan produktivitas kota masing-masing.

Sebelum masuk ke acara inti, Ibu Martha selaku moderator mengajak para peserta untuk bersama-sama menyanyikan yel-yel untuk menambah semangat.

Pada sesi pertama, Bapak Jamal membahas profil pengguna internet di Indonesia. Pak Jamal menyampaikan, bahwa peningkatan jangkauan internet di Indonesia cukup cepat, 2014 sudah terjangkau sekitar 34% dan tahun 2016 naik menjadi  58%. Pada tahun 2016, pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta jiwa. Dengan komposisi perempuan 48,2% dan laki-laki 51,8%. Sebanyak 50,7% masyarakat mengakses internet dengan menggunakan Handphone dan Komputer. Jika dilihat berdasarkan pekerjaan, pengguna internet terbanyak adalah dari pekerja/wiraswasta dengan presentase 62%, disusul oleh Ibu Rumah Tangga sebanyak 16,6%.

Setelah pemaparan dari Bapak Jamal selesai, kemudian dilanjutkan dengan Ibu Diena. Beliau membahas bagaimana menggunakan gadget yang baik untuk orangtua dan anak. Apa itu literasi? Literasi artinya melek, jadi literasi digital berarti melek dengan dunia digital. Tujuan dari  literasi digital adalah menjaga anak-anak Indonesia, jangan sampai anak-anak Indonesia jatuh pada konten-konten yang negatif.

Saatnya kita menggalang usaha untuk melindungi Indonesia. Sekarang ini begitu banyak konten negatif banyak merasuki kehidupan anak-anak. Banyak anak yang masih belasan tahun sudah hancur, sulit untuk memperbaiki dirinya. Akan jadi apa kalau anak-anak indonesia seperti itu? Jadi, tugas para orangtua adalah merebut kembali masa depan anak-anak Indonesia dan masa depan Indonesia untuk kita semua.

Tugas orangtua adalah bagaimana mempersiapkan anak untuk menghadapi zaman, dan sudahkah kita sebagai orangtua siap untuk ini? Zaman sekarang ini adalah zaman digital, mau tidak mau kita perlu sadar bahwa diri kita dan anak kita sekarang hidup di dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia digital. Mana yang lebih dominan? Jawabannya tergantung dari diri kita masing-masing.

Segala macam kecanduan, termasuk kecanduan gadget yang mengakibatkan kurang tidur, tidak mau makan, lama-lama bisa mengakibatkan kerusakan otak. Jangan sampai kita kecanduan gadget, games apalagi pornografi. Sayang sekali apabila hidup kita sudah dikuasai oleh gadget.

Tugas orangtua adalah menjadikan anak cerdas, punya karakter yang baik dan mandiri. Cerdas digital pun perlu kita miliki. Artinya, cerdas digital itu mampu untuk menguasai digital untuk membawa manfaat, bisa seimbang antara dunia nyata dan dunia internet. Jadilah manusia yang berkarakter, yaitu manusia yang peduli dan tidak merugikan orang lain. Tidak menyebar hoax, fitnah, aktif , ceria, ramah dan upto date.

Selanjutnya, penyampaian dari Bapak Budi Setiawan. Bapak Budi membahas tentang ekowisata, bagaimana menggunakan TIK untuk bisa membangun desa dengan cara mempromosikannya sehingga ada pemberdayaan masyarakat. Era digital sekarang, sebuah local activities bisa menjadi sangat berbobot, caranya adalah dengan media sosial. Dengan kecanggihan teknologi sekarang, sangat mudah bagi kita untuk menyebarkan konten-konten positif dengan gadget yang kita punya. Misalnya, dengan memotret objek yang bagus dan pemandangan indah. Kita bisa menggunakannya untuk mengajak orang lain untuk berperilaku positif.

Belitung mempunyai potensi dengan daya tarik kelas dunia. Bagaimana memberitahu orang bahwa  belitung atau kampung halaman kita  mempunyai sesuatu yang unik dan menarik? Jawabannya adalah TIK.  Foto yang bagus, upload, kemudian viralkan, tapi dalam konteks yang positif. Teknologi adalah sebuah anugerah kalau kita menggunakannya dengan benar.

Setelah para narasumber selesai menyampaikan materinya, Ibu Martha memberikan informasi mengenai portal website Serempak yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, kemudian acara ditutup dengan sesi foto dan ramah tamah.(ly)