Literasi Digital 2017, Berkreasi dengan TIK dalam Mengangkat Pesona Wisata Manggarai Barat

Pada Mei 2012 Taman Nasional Komodo yang ada di Labuan Bajo resmi dinyatakan sebagai salah satu New Seven Wonders of Nature. Taman Nasional Komodo meliputi Pulau Komodo, Pulau Rinca, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya berada di wilayah administratif Kabupaten Manggarai Barat. Tidak dapat dipungkiri bahwa daya tarik wisata yang ada di Kabupaten Manggarai Barat ini adalah sumber devisa dan pendapatan yang menjanjikan bagi Kabupaten Manggarai Barat. Terlebih lagi dengan semakin dikenalnya Komodo di mancanegara melalui ajang 7 keajaiban alam dunia yang baru, tentu saja secara tidak langsung adalah bentuk lain sebuah promosi wisata bagi taman nasional komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

Seiring dengan perkembangan Literasi Digital, Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat menjadi media untuk mengembangkan potensi dan kekayaan yang dimiliki oleh Manggarai Barat. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) merupakan salah satu kementerian yang turut berperan dalam upaya meningkatkan kualitas dan akses terhadap layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan dengan TIK dengan mengusung program Literasi Digital.

Sehubungan dengan hal tersebut, KPPPA bersama dengan IWITA (Indonesian Women IT Awareness) kembali menggelar kegiatan literasi digital dengan tema “Berkreasi dengan TIK dalam Mengangkat Pesona Wisata Manggarai Barat.”

Seminar dan dan gelar bicara ini dimoderatori oleh Bapak Habib Almaskaty selaku Koordinator Relawan TIK Manggarai Barat. Selain itu, narasumber yang akan memberikan paparannya adalah Bapak Rudiyanto Zainudin, beliau adalah Ketua Komunitas Anak Kreatif  6 Manggarai Barat dan Ibu Martha Simanjuntak, SE. MM sebagai Founder dari IWITA (Indonesian Women IT Awareness).

Acara ini dimulai dengan sambutan dari Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan KPPPA, Ibu Ratna Susianawati, SH. MH. Selain itu sambutan juga disampaikan oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, yaitu Ibu Drh. Maria Geong, Phd. Sekarang ini, kita ditantang oleh berbagai macam informasi yang tentu saja memiliki dampak positif tapi juga bisa berdampak buruk pada kehidupan kita, terutama bagi remaja apabila tidak bisa mengolahnya dengan baik. Ada begitu banyak keresahan-keresahan akibat dari pemakaian teknologi yang tanpa kontrol dari orangtua, sehingga bisa berdampak buruk. Akibatnya, percepatan teknologi dan informasi tidak seimbang karena dampak buruk yang melibatkan banyak remaja.

Sekarang ini, semua orang sudah menggunakan gadget. Walaupun terkadang gadget dapat memberikan efek negatif, bukan berarti hal tersebut menjadikan kita takut menggunakan teknologi. Sebab, apabila kita tidak menggunakan teknologi, kita akan tertinggal oleh zaman. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu besar menyebabkan diterapkannya cara baru yang efektif dan efisien dalam bidang produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa.

Teknologi seringkali  disalahgunakan karena kurang adanya pengawasan dan penggunaan yang tidak dalam kontrol. Untuk melakukan kontrol dan pengawasan butuh sekali adanya pengetahuan. Bagaimana orangtua bisa mengontrol anaknya kalau tidak dibekali dengan pengetahuan? Anak-anak pada zaman sekarang lebih cepat memahami penggunaan gadget. Pemahaman ini memang harus diberikan secara berimbang. Bagaimana orangtua ingin melakukan pengawasan? Bagaimana orangtua mau peduli kalau mereka sendiri tidak memahaminya? Kepedulian ini harus dibangun atas dasar pengetahuan dan pemahaman, sehingga anak-anak bisa mempunyai jalan bagaimana memahami teknologi yang berkembang begitu cepat.

Gunakan teknologi secara positif untuk membangun jaringan, relasi di bidang bisnis dan pengetahuan. Penerapan teknologi di hampir seluruh aspek kehidupan manusia  menjadikan teknologi sebagai sumber di peradaban baru di Manggarai Barat dan menjadi bagian dari perubahan menuju peradaban berbasis pengetahuan.

Tidak ada satu pun bidang ataupun sektor pembangunan yang tidak memerlukan teknologi. Pemanfaatan teknologi di lingkungan pemerintahan akan memberikan dampak positif, yaitu pelayanaan publik menjadi lebih cepat dan mudah. Penerapan e-goverment di lingkungan pemerintahan Manggarai Barat akan mendorong partisipasi masyarakat yang cerdas untuk meningkatkan daya saing dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Ibu Maria juga berpesan kepada para pelajar yang hadir untuk menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Jangan gunakan seluruh waktu hanya untuk mengakses internet dan bermain gadget. Gunakan teknologi dengan sebaik-baiknya, misalnya untuk mengakses pelajaran. Apabila gadget dan internet cenderung digunakan untuk mencari hiburan saja tentu tidak bermanfaat, jadi harus berimbang antara hiburan dan tugas-tugas sekolah.

Negara kita sangat membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencerahkan masa depan bangsa. Hal tersebut merupakan tugas para generasi muda saat ini. Masa depan kita akan cerah dan akan mampu membangun kehidupan yang lebih maju dengan teknologi.

Setelah Ibu Wakil Bupati memberikan sambutan, acara resmi dibuka dan dimulai dengan paparan yang dibawakan oleh Bapak Rudi. Sekarang ini, semua orang pasti sudah tahu apa itu internet, tinggal bagaimana kita mengkampanyekan bagaimana penggunaan internet dengan baik dan bijak. Misalnya, dengan mempromosikan hasil karya tangan-tangan lokal. Setiap hari, menit, detik bahkan setiap saat bangun tidur kita sudah mengakses internet. Internet saat ini sudah menjadi sumber pengetahuan dan pendidikan. Hampir 80% siswa menggunakan internet untuk pengetahuan. Kenapa Labuan Bajo bisa maju? Jawabannya adalah karena internet dan media sosial. Pada tahun 2012, Pulau Komodo ditetapkan sebagai New 7 Wonders, berkat voting masyarakat Indonesia melalui internet. Maka, internet akan banyak sekali manfaatnya apabila kita gunakan dengan sebaik-baiknya.

Paparan selanjutnya dibawakan oleh Ibu Martha Simanjuntak. Apa itu literasi digital? Literasi digital adalah kemampuan menggunakan TIK untuk menemukan, mengevaluasi, memanfaatkan, membuat dan mengkomunikasikan konten informasi dengan kecakapan kognitif, etika, sosial emosional dan aspek teknis teknologi. Kegiatan literasi digital kali ini mengangkat tema pesona Manggarai Barat. Kita mengetahui yang menjadi pesona dari Manggarai Barat adalah Pulau Komodo. Oleh karena itu, Ibu Martha mengajak para peserta untuk bisa ikut mengangkat pesona Kabupaten Manggarai Barat dengan cara memanfaatkan teknologi, misalnya dengan upload keindahan alam dan menguploadnya di media sosial.

Ibu Martha juga menjelaskan mengenai informasi tentang website serempak.id. Serempak.id merupakan sebuah portal interaktif yang bisa menjadi wadah untuk masyarakat untuk berekspresi secara positif. Konten-konten yang ada di Serempak.id berasal dari masyarakat seluruh Indonesia. Siapa pun bisa ikut berkontribusi dengan mengirimkan tulisan, ide ataupun inovasi. Ibu Martha juga mengingatkan kepada para generasi muda untuk menjadi orang yang memiliki growth mindset, yaitu orang yang merasa tidak pernah tamat belajar dan lulus.  Kita harus mau berubah, untuk berubah harus bisa menerima wawasan dan informasi, tapi juga harus bisa membedakan yang baik dan yang buruk. Kita tahu dunia internet tidak terbatas, maka yang bisa membatasinya adalah diri kita sendiri.

“Anak ayam ada sembilan, mati satu, tinggal delapan. Hidup harus punya harapan jadikan itu yang dituju.”

Setelah paparan dari Ibu Martha selesai, tibalah saat sesi tanya jawab. Para peserta antusias untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada narasumber. Di sela-sela sesi tanya  jawab, salah satu peserta menyumbangkan sebuah lagu yang membuat acara semakin meriah. Acara kemudian diakhiri yang diikut dengan sesi foto bersama dan ramah tamah.(ly)