Literasi Digital 2017, Berkarya melalui TIK Dalam Gugus Mutiara Kebangsaan

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat menyebabkan diterapkannya banyak cara baru yang lebih efektif dan efisien dalam bidang produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam masyarakat ekonomi informasi. Dalam perkembangannya, masyarakat ekonomi informasi telah membentuk ciri kehidupan yang dikenal dengan e-life, seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory dan lainnya yang berbasis elektronik.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) merupakan salah satu kementerian yang turut berperan dalam upaya meningkatkan kualitas dan akses terhadap layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, terutama perempuan dengan TIK dengan mengusung program Literasi Digital.

Seiring perkembangan literasi digital, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat menjadi media pemberdayaan masyarakat. Semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda Indonesia yang melek literasi digital, maka semakin banyak peluang memanfaatkan TIK untuk peningkatan kapasitas individu, keluarga dan lingkungannya.

Sehubungan dengan hal tersebut KPPPA bersama dengan IWITA (Indonesia Women IT Awareness) kembali menggelar kegiatan literasi digital dengan tema “Berkarya melalui TIK Dalam Gugus Mutiara Kebangsaan” yang diselenggarakan di Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku.

Seminar  dan gelar bicara kali ini menghadirkan narasumber yang tentunya sangat menginspirasi yaitu, Ibu Martha Simanjuntak, SE. MM beliau Founder dari IWITA (Indonesia Women IT Awareness) dan Ibu Yusnita Tiakoly sebagai Founder Komunitas Ekspresi Maluku.

Acara dimulai dengan diawali sambutan dari Ibu Ratna Susianawati, SH. MH. Beliau adalah Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Seiring dengan perkembangan teknologi, sudah saatnya kita menggunakan kemajuan teknologi tanpa perlu mengganggu nilai-nilai budaya sebagai bangsa. Jangan merubah dan menggeser nilai warisan budaya karena kemajuan teknologi, tetapi justru dengan budaya, kearifan dan potensi yang kita miliki, kita manfaatkan teknologi yang ada sehingga bisa mempunyai suatu nilai jual.

Sekarang ini sedang gencar-gencarnya dilakukan pembangunan-pembangunan infrastruktur, tetapi jangan pula melupakan pembangunan manusia. Pembangunan teknologi yang diimbangi dengan pembangunan manusia juga sangatlah penting. Bagaimana jadinya jika infrastruktur sudah didukung dengan teknologi canggih, tapi pelaksana pembangunan tidak bisa menerimanya, maka hanya akan sia-sia.

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, teknologi ini juga akan membawa dampak. Tentunya terdapat dampak yang positif ataupun negatif. Tetapi kita juga harus bisa mengantisipasinya. Jangan gunakan gadget hanya untuk bermewah-mewah, tapi manfaatkan sebagai sumber informasi yang positif, karena penggunaan teknologi yang tidak tepat, dampaknya bisa menyengsarakan. Jangan mudah percaya dengan segala yang ada di dunia maya. Tinggalkan segera apabila mengandung hal-hal negatif.

Beribu-ribu pulau yang ada di kabupaten Seram Bagian Barat maka akan banyak pula potensi-potensi yang bisa dikembangkan. Bagaimana nantinya industri kreatif bisa dikembangkan sehingga bisa memberikan suatu nilai ekonomi. Kemudian bisa dimaksimalkan lagi dengan menggunakan media online.

Semoga seram barat nantinya bisa menjadi smart city, harapannya dengan smart city adalah masyarakatnya bisa menjadi mandiri, tangguh dan memiliki daya saing yang diperlukan. Kalau masyarakatnya punya daya saing maka Insya Allah kasus-kasus kekerasan, traficking, kesenjangan ekonomi tidak akan terjadi lagi.

Sebelum memulai acara gelar bicara, ibu Martha Simanjuntak mengajak para peserta untuk menyanyikan yel-yel bersama-sama untuk menambah keceriaan dan tak lupa hadiah diberikan kepada peserta terpilih yang terlihat paling bersemangat. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan tarian dari Sanggar Bunga Tanjung. Tarian tersebut menceritakan tentang kehidupan masyarakat maluku khususnya masyarakat piru yang keseharianya pergi ke kebun bersama-sama untuk mengambil kayu bakar yang digunakan untuk memasak.

Paparan pertama dimulai oleh ibu Yusnita. Terdapat berbagai macam media sosial diantaranya facebook, email, instagram. Selain banyaknya manfaat tetapi terdapat pula kekurangannya. Maka dari itu bermedia sosial lah yang baik untuk kemajuan masyarakat dan kemajuan daerah yang lebih baik.

Salah satu Siswi terbaik di sekolah maluku menguasai 18 bahasa. Bagaimana dia bisa menguasai banyak bahasa? Ternyata dia menggunakan facebook untuk belajar dengan cara berkomunikasi dengan orang luar. Pada saat kelas 3 SMP,  dia sudah menguasai 5-6 bahasa. Banyak hal positif yang bisa dilakukan di dunia maya diantaranya  memperluas jaringan pertemanan dan mempermudah komunikasi. Maka, gunakanlah media sosial dengan baik dan jangan sekali-kali memanfaatkannya untuk hal yang tidak benar.

Maluku terdapat sekitar 1340an pulau. Bisa dibayangkan berapa banyak potensi yang ada di Seram Bagian Barat. Masyarakat beraktivitas memanfaatkan perikanan, perairan, perkebunan, kehutanan, industri maupun pertambangan. Tuhan memberikan potensi-potensi yang luar biasa, namun tergantung manusianya mau menggunakannya seperti apa. Banyak Keindahan yang terdapat di beberapa daerah yang bisa diekspose. Dengan demikian mari kita bantu ekspose daerah kita melalui media sosial. Jangan memanfaatkan internet dengan cara yang salah.

Keterlibatan warga secara massive diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperluas pondasi demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keterlibatan kita semua dalam menciptakan dan menyebarkan informasi dengan menggunakan teknologi adalah hal yang bermanfaat untuk memajukan suatu daerah.

Paparan selanjutnya dibawakan oleh Ibu Martha Simanjuntak. Ibu Martha menjelaskan mengenai informasi tentang website serempak.id. Kenapa kenapa KPPPA bersama dengan IWITA melakukan gerakan literasi digital?  Melihat fenomena saat ini,  berita negatif lebih banyak diminati daripada berita positif. Inilah mengapa gerakan literasi digital penting untuk diselenggarakan.

Gerakan literasi digital ini sudah lama dijalankan oleh KPPPA melalui website serempak.id. Serempak adalah media yang dimiliki KPPPA yang  pelaksananya adalah komunitas dan didukung banyak pihak seperti akademisi, swasta, komunitas dan masyarakat sipil. Orang-orang yang terlibat adalah dari seluruh indonesia,  yaitu berupa hasil karya dalam bentuk tulisan-tulisan dari perempuan dan anak muda daerah di seluruh indonesia. Ibu Martha juga menyampaikan, menurut penelitian, pada saat terjadi krisis ekonomi, ternyata yang bisa bertahan adalah UKM. Akan lebih baik apabila UKM tersebut dapat memanfaatkan teknologi, misalnya dengan pemanfaatan media sosial.

Ada 2 jenis mindset manusia

  1. Fixed Mindset yaitu mereka yang tak mau belajar hal-hal baru, yang akan tertinggal oleh jaman karena apa yang ada pada mindset mereka sudah beku.
  2. Growth Mindset yaitu Mereka yg mau terus belajar dan tidak pernah merasa tamat dan lulus.

Teknologi akan terus berubah, Oleh karena itu teruslah belajar dan jangan cepat merasa puas. Sesuatu yang ada pada dirimu itulah kendaraanmu, ia telah menjelma menjadi kekuatan untuk berkarya, berprestasi dan berkreasi. Jadi satu-satunya yang bisa mengantarmu menuju impianmu adalah dirimu sendiri.

Setelah paparan dari Ibu Martha selesai, tibalah saat sesi tanya jawab. Para peserta antusias untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada nara sumber. Acara kemudian diakhiri yang diikut dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. (ly)