Kini Dicari Perempuan Cerdas Ketimbang Cantik Semata

“Dunia sudah berubah semakin keras. Wajah cantik membantumu mencuri perhatian, tapi hanya dengan kecerdasan duniamu bisa ditaklukkan”. 

Kalimat diatas wow banget, Saya suka.  Kalimat ini saya baca dari blog www.hipwee.com dan itu  membuatku tertegun sejenak lalu bergumam, “benar juga yah, bahkan sangat benar”.  Saya pun berusaha mencari dan mengkaji kebenaran kalimat ini. Sebagai seorang wanita, saya merasa tertantang dengan kalimat di atas.  Bagiku, kalimat itu mengandung suatu magnet edukasi, magnet inspirasi yang menjadi sumber kekuatan untuk belajar dan terus belajar berbenah diri mengikuti arus globalisasi dan emansipasi dalam melawan pergolakan hidup yang semakin keras.

Pada umumnya perempuan selalu ingin terlihat tampil cantik setiap hari.  Bahkan untuk tampil cantik, seorang perempuan tidak segan-segan merogoh kocek sebanyak mungkin demi memperoleh predikat cantik sebab perempuan memang identik dengan kecantikan.  Namun, perlu dipahami bahwa cantik bagi seorang perempuan itu tidaklah cukup.

Perempuan harus cerdas! Mengingat pentingnya peranan seorang perempuan, maka dituntut untuk bisa menemukan konsep diri serta mengidentifikasi diri. Maka, perempuan harus berwawasan luas sehingga dalam prosesnya akan menjadi terampil, elegan, dan berkarakter. Sebab perempuan yang berwawasan luas akan mampu menginspirasi perempuan lainnya karena negara membutuhkan perempuan tangguh, cerdas dan visioner.  Sejatinya cerdas adalah mereka yang mampu mentransfer ilmunya, kecerdasannya kepada orang lain.  Kehadirannya selalu men-support, menginspirasi, dan memfasilitasi perempuan lain untuk mengaktualisasikan dirinya melalui kompetensi atau skill yang di miliki.

Yang paling utama adalah karena perempuan bertanggungjawab akan lahirnya generasi penerus yang cerdas.  Dari rahimnya akan lahir tongkat estafet penerus bangsa dan generasi yang cerdas lahir dari rahim seorang perempuan yang cerdas. Perempuanlah yang berperan dalam mewariskan kecerdasan pada anak.  Faktor genetik seorang ibu berpengaruh terhadap kecerdasan anak.  Hal ini didukung oleh seorang ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands Dr. Ben Hamel yang mengatakan bahwa, “Pengaruh itu sedemikian besar karena tingkat kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom x yang berasal dari ibu”

Bagimana memperoleh predikat cerdas? Dulu, perempuan dikenal orang karena kecantikannya.  Kecantikan adalah satu-satunya pesona atau daya pikat yang dimiliki oleh seorang perempuan sebelum munculnya istilah emansipasi.  Saat itu, perempuan hanya bisa diam terkungkung oleh peraturan adat dan budaya yang tidak memberikan keleluasaan kepada perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya.  Ada banyak aturan yang mengikat.  Hingga pada suatu ketika muncul seorang pahlawan wanita yang berani tampil kepermukaan untuk memperuangkan hak-hak perempuan. Beliau adalah Raden Ajeng Kartini,  memperjuangkan perempuan untuk mendapatkan pendidikan.

Dalam hal pendidikan, para perempuan Indonesia telah mempunyai peluang yang sama dan setara dengan laki-laki. Sehingga untuk cerdas, kita telah mempunyai porsi yang sama dengan pria untuk mengenyam pendidikan yang layak.  Sekarang ini, telah banyak perempuan yang tampil dan dikenal orang bukan hanya karena kecantikannya tetapi juga karena kecerdasannya.  Banyak yang sepakat dengan apa yang dikatakan orang bahwa” dipuji karena cantik memang menyenangkan tetapi dikagumi karena prestasi jauh lebih membanggakan”.  Perempuan yang berprestasi adalah mereka yang cerdas dan mandiri.  Kecerdasan seorang perempuan tidak bisa diperoleh begitu saja.  Kecerdasannya diperoleh melalui sebuah proses yang cukup panjang yaitu melalui jenjang pendidikan.

Pendidikan sekarang ini terbuka luas untuk perempuan. Maka, sebaiknya peluang ini di manfaatkan oleh para perempuan masa kini tanpa menanggalkan norma keperempuanan. Jangan disia-siakan sebab kesempatan tidak datang dua kali.  Perempuan yang mau cerdas tidak hanya menunggu bola digawang tetapi dia harus mampu menggiring bola tersebut menuju hingga masuk menjebol gawang. (sm)