Ketika Stroke Menyerang Usia Muda

Dulu seringkali kita menganggap bahwa stroke hanya akan dialami oleh orang yang berusia lanjut. Namun kini, stroke juga mengintai anak muda. Untuk negara Asia, seperti di Jepang, angka kejadian stroke mencapai 70 per 100.000 penduduk yang berusia 35-44 tahun. Bahkan, belakangan ini kejadian stroke di usia muda juga meningkat sebanyak 50 persen. Stroke menurut World Health Organization (WHO), adalah penurunan fungsi otak yang menyeluruh atau sebagian yang ditandai dengan gejala neurologis. Setidaknya selama 24 jam atau lebih yang disebabkan semata-mata oleh gangguan pembuluh darah.

Salah satu pasien yang terkena stroke adalah Helma. Kepada Serempak.id ia mengaku terbangun pada dini hari dalam keadaan tangan dan kaki berat. “Untuk mengangkat saja tak mudah,” katanya lagi. Selama lebih dari seminggu ia terapksa harus dirawat di rumah sakit. Kini, ia harus perbanyak terapi di rumah agar kondisinya berlangsung normal. Jika dikutip dari tabloid Nova, ada dua jenis stroke, yaitu stroke iskemik (penyumbatan) dan stroke hemoragik (pendarahan). Stroke iskemik dapat terjadi penyumbatan di pembuluh darah oleh bekuan darah yang berbentuk akibat dari kerusakan dinding pembuluh darah itu sendiri dan penyakit jantung. Sedangkan stroke hemoragik terjadi karena perobekan pembuluh darah akibat lemahnya elastisitas dinding pembuluh darah tersebut.

 

Untuk gejala stroke dapat dikelompokkan menjadi dua bagian sesuai dengan definisi stroke, yaitu penurunan sebagian fungsi otak yang ditandai dengan kurang fokus penglihatan, sudut bibir tidak simetri, berbicara pelo, kesulitan menelan terutama air, lengan atau kaki terasa lemah. Apabila ada yang terkena stroke harus segera ditangani karena apabila tidak ditangani, maka dikuatirkan bisa menyebabkan kerusakan  kecacatan. Hal ini tentu tidak diinginkan. Untuk mencegah terjadinya stroke, kita harus memperhatikan dan mengatur pola makan dan minum. Apabila ada hipertensi, harus dikendalikan tekanan darah agar tidak tinggi terus. Demikian pula dengan diabetes. Penyakit ini yang membuat pembuluh darah tidak sehat. Menurut dr Roslan Yusni Hasan, spesialis bedah syaraf dari RS Mayapada Jakarta, prinsip pengobatan stroke adalah menyelamatkan nyawa dan membatasi kecacatannya. “Karena itu, mencegah terjadinya stroke akan lebih baik. Setiap orang perlu ambil bagian untuk memperkecil terjadinya stroke,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com. (rab)