Kampung 99 Pepohonan, Oase Kaum Urban

Depok juga menawarkan suasana pedesaan yang menarik. Salah satunya adalah Kampung 99 Pepohonan. Angin sepoi-sepoi bertiup membuat suara daun-daun sayup terdengar. Kebisingan kendaraan, polusi tak ditemukan di tempat ini. Gemericik air yang mengalir pun terdengar merdu di antara kicauan burung dan suara binatang lainnya. Ada rumah-rumah panggung dari kayu. Rumah-rumah itu seolah tak terpisahkan. Rumah-rumah itu dinamakan seperti nama pepohonan yakni bougenville, karet, tectona, sakura, gemelina dan ebony.
 
Kampung 99 Pepohonan ini terletak di Jalan K.H Muhasan II, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok. Dari Jalan Raya, kita harus melewati gang yang padat penuh dengan rumah-rumah yang saling berhimpitan. Kira-kira 500 meter setelah melewati sebuah jembatan kecil, Anda tiba di ‘Kampung 99 Pepohonan’.
pepohonan
 
Awalnya, orang mengenal ‘Kampung 99 Pepohonan’ sebagai ‘Kampung Rusa’. Di sana terdapat lima ekor rusa jenis timorensis. Namun lama-kelamaan nama ‘Kampung 99 Pepohonan’ menjadi populer. Disini, pengunjung bisa merasakan kesan ‘back to nature‘. Ada fasilitas out bound, menanam padi, memberi makan hewan hingga naik sampan. Eddy Djamaluddin Suaidy, penggagas tempat ini mangaku lahan yang dibeli pertama hanya seluas 500 meter pada tahun 1989. Harganya pun hanya Rp 20 ribu per meter.
 
Lahan itu kemudian Ia kembangkan sehingga banyak tamu dan saudara yang datang berkunjung. Dari sinilah muncul ide untuk membangun kawasan ini menjadi lebih asri. Satu per satu saudaranya hijrah ke tempat ini. Tanah yang awalnya dimiliki oleh orang lain akhirnya di lepas ke tangan Abi dan saudara-saudaranya. Sebuah tempat yang saat ini menjadi kandang sapi awalnya milik orang lain. Tapi tempat ini dilego hanya dengan mobil dan motor tua milik Abi.
 
Tak mudah menyulap kawasan yang tandus dan gersang menjadi kawasan yang rindang dan sejuk. Pertama yang disulap adalah saluran air. Di area itu memang terdapat sungai Pesangrahan dan irigasi produk Belanda yang tak berhenti mengalir. Awalnya, dibuat dam-dam kecil. Jadi air tak langsung menuju sungai tapi ditampung sekaligus sebagai tempat memelihara ikan.
perpohonan
 
Setelah itu yang diatur adalah penanaman pohon. Disiapkan 500 bibit pohon berukuran maksimal 25 meter untuk dapat ditanam. Proses menanamnya pada sore hari sekitar pukul 4 sore. Dalam sehari setidaknya menanam 80 bibit. Hanya dalam waktu tiga tahun, pohonnya tumbuh rindang dan pohon ada yang diameternya mencapai 400 centimeter.
 
Kini, tempat ini menjadi salah satu tempat pilihan wisata keluarga di Depok, Jawa Barat. Kawasan ini juga menyediakan rumah untuk disewakan. Peminat penyewa ruamh ini lumayan banyak. Rata-rata berasal dari luar negeri seperti Thailand, Filiphina, Malaysia, dan Singapura. Kampung ini juga memproduksi cuka apel, yogurt, keju, dan susu. (rab)