Jika Aku Menjadi Menteri

Sahabat Serempak masih ingat dengan Priscilla Mariana? Yup, gadis kelahiran tahun 1999 ini adalah Pemenang Utama Lomba Vlog: Sehari menjadi Menteri yang diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Tenaga Kerja dan Plan Indonesia.

Gadis manis yang sekarang mengenyam pendidikan di SMK Negeri 2 Soe kabupaten Timor Tengah Selatan di kelas 12 ini, menjadikan kejadian nyata di tempat tinggalnya sebagai inspirasi video dalam mengikuti lomba vlog “Sehari Menjadi Menteri”. Ria mengangkat kisah teman dekatnya yang menjadi korban dari pernikahan dini akibat budaya yang ada di NTT. Selain permasalahan budaya, menurut Ria, banyak faktor termasuk ekonomi, yang menyebabkan tingginya pernikahan dini di NTT. Salah satunya, kerjasama orangtua pelaku pernikahan dini dengan oknum dinas setempat dalam memalsukan data diri agar dapat menikahkan anak – anak mereka ke KUA.

 

whatsapp-image-2016-10-18-at-18-34-05

Priscilla Mariana

Penyampaian secara jujur dan menarik mengenai pernikahan dini di tempatnya, membuat Ria terpilih menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak sehari. “Gak nyangka, I’m really suprise. I don’t know what to do.. karena aku hanya mempersiapkan diri tentang data dan isu aja.. Soalnya aku udah yakin banget bakal kepilih jadi salah satu deputi. Bukannya gak optimis.. tapi temen-temenku itu hebat sekali. Mereka pemikir dan visioner yang luar biasa.” Ria pun berharap dengan kemenangannya ini dia dapat belajar keluar negeri sehingga bisa membandingkan keadaan di luar negeri dengan Indonesia saat ini.

Saat menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sehari, Ria bersama kesepuluh finalis lainnya, mensahkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) terkait kasus kekerasan pada anak. Selain itu, Ria juga mencanangkan program Gerakan Kembali ke Sekolah (GEMAS) dan Taman Pelangi. Kedua program ini bertujuan untuk mengajak anak – anak putus sekolah akibat pernikahan dini ke sekolah dan mengembalikan psikologis serta mental anak – anak korban pernikahan dini. Ria berharap, baik PERPPU dan program – program yang digagas mendapat perhatian dan segera disahkan oleh Presiden Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo.

 

whatsapp-image-2016-10-18-at-18-26-23

Ria bersama kesepuluh finalis lainnya

 

Lalu apa kesibukan Ria sekarang? Sambil menunggu berangkat ke Kamboja pada November nanti, Ria menjadi Duta untuk sosialisasi Because I am A Girl (BIIAG) di berbagai daerah. “Sabtu lalu, aku sudah selesai melakukan sosialisasi tentang Because I am A Girl Movement dan bahayanya perkawinan usia anak di SMP Negeri Batuputih, Kab. Timor Tengah Selatan,’’ ujarnya.

Oh iya, hampir saja lupa! Ria menitipkan pesan untuk seluruh perempuan di Indonesia khususnya perempuan yang sebaya dengan Ria. “Buat semua perempuan muda Indonesia, saat ini mau nggak mau, suka nggak suka, Indonesia sedang menuju, berubah menjadi Negara Maju. Banyak budaya luar yang akan masuk dan berbaur dengan kita. Jadi apapun pendidikan yang sudah ditanamkan oleh orangtua maupun ajaran agama yang sudah kamu pelajari selama ini, jangan dihancurkan oleh pengaruh dari luar sana. Kita harus bisa menjadi perempuan muda Indonesia yang berkepribadian baik.” Wow! Sungguh sebuah pesan super dari generasi muda yang super, bukan?

Sekian cerita profil pilihan editor kali ini. Semoga cerita mengenai Priscilla Mariana ini menjadi inspirasi sekaligus pemicu Sahabat SEREMPAK menjadi penggerak Say No untuk Pernikahan di Usia Dini.

Salam SEREMPAK!