Gempa Mengguncang Pidie Jaya, Aceh

Aceh kembali dilanda gempa. Bagaimana kronologis terjadinya gempa dan seberapa besar kerugian yang dialami saudara-saudara kita di Aceh? Penjelasan ini semoga bisa menggerakkan kerelaan hati kita semua untuk membantu.
Gempa yang menggoncang Pidie Jaya, Aceh pada Rabu, 7 Desember 2016 menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda. Lokasi Gempa  berada di 5.19 LU – 96.36 BT dengan kedalaman Gempa : 10 Km. Gempa 6,5 skala richter itu hingga 7 Desember pukul 17.00 WIB tercatat telah menyebabkan 94 orang meninggal dunia.
Pencarian dan penyelamatan korban dari dampak gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen dan Pidie masih terus dilakukan. Data sementara yang berhasil dihimpun oleh BPBD dan sudah dikonfirmasi terdapat 94 orang tewas, 1 orang hilang, 128 orang luka berat, 489 orang luka ringan dan ratusan bangunan rusak.
Sebagian korban luka-luka dirujuk ke rumah sakit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro Sigli. Gubernur Aceh telah mengeluarkan SK Tanggap Darurat Bencana Gempa terhitung mulai 7 Desember 2016 sampai 20 Desember 2016. Skala bencana adalah bencana provinsi. 
 gempa-pidie-acehSumber Foto: Twitter BNPB
 
Dalam keterangan persnya, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan hingga kini telah melakukan berbagai upaya dengan berbagai pihak untuk menangani dampak gempa. BPBD Kabupaten Pidie mengirimkan personil untuk membantu BPBD Kab. Pidie jaya. “Dampak kerusakan akibat gempa telah dilaporkan ke Presiden,” kata Sutopo kepada Serempak.id. BNPB, PU, Kemensos, dan Kemenkes telah menuju ke lokasi gempa untuk memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah.
sumber : PMI Kota Banda Aceh

Sumber Foto : PMI Kota Banda Aceh

 
Sutopo selaku Kepala BNPB, bersama Deputi Penanganan Darurat BNPB, pejabat BNPB, pejabat dari Kementerian PU Pera, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Basarnas telah berada di lokasi bencana untuk membantu BPBD melakukan penanganan darurat. Hingga kini, kesulitan yang dihadapi masih terjadi. “BPBD Kab. Pidie Jaya kekurangan alat berat untuk mengevakuasi korban yang terhimpit bangunan roboh,” katanya.
 
Hingga kini bantuan terus berdatangan. BPBA dalam perjalanan untuk memberikan bantuan berupa tenda posko 1 unit, tenda pegungsi 1 unit, tenda keluarga 5 unit, velbed 20 unit, lauk pauk 100 paket, makanan tambahan gizi 100 paket, selain itu BPBA membawa alat evakuasi gempa untuk menghancurkan sisa bangunan.
PMI Provinsi Banten kemarin memberikan bantuan berupa 500 Paket Family Kit, 500 Paket Hygiene Kit, 1000 selimut/blanket, 200 kantong mayat/body bag, 50 rompi, 500 tarpaulin. Logistik dan peralatan bantuan dari BNPB yang sudah diberikan bantuan untuk perkuatan kapasitas BPBD saat digunakan. Bantuan berupa tenda, permakanan, peralatan SAR, kendaraan dan lainnya. 
 
 
Kerugian Materil :
• Kab. Pidie Jaya :
– 105 Unit ruko roboh
– Beberapa tiang listrik roboh
– Beberapa ruas jalan rusak (Retak)
– 86 Unit rumah RB
– 13 Unit Bangunan  Masjid roboh
– 1 unit bangunan Indomaret Roboh
– 1 unit bangunan  RSUD Pidie RB
 
• Kab. Bireuen :
– 1 Unit Masjid RB
– 1 unit bangunan Kampus STAI AL-Azziziyah Mudi Mesra Roboh
– 35 unit rumah RB
– 6 unit Ruko RB
– 1 unit kilang Padi RB
 
• Kab. Pidie :
– 40 Unit rumah RB (rab)