Cegah Diabetes dengan CERDIK

Seperti kita ketahui, diabetes adalah penyakit metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar glukosa darah diatas normal. Diabetes sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu diabetes tipe I dan diabetes tipe II. Diabetes tipe I disebabkan tubuh berhenti memproduksi insulin karena terjadinya kerusakan sel pada pankreas. Diabetes tipe I umumnya ditemukan pada anak – anak. Sedangkan untuk diabetes tipe II terjadi akibat pankreas menghasilkan jumlah insulin yang tidak memadai. Pada kasus diabetes tipe II umumnya 90% ditemukan pada orang dewasa, namun menurut Prof. DR. dr. Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, diabetes tipe II dapat juga ditemukan pada anak – anak.

Setiap tahunnya pada tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Di tahun 2016 ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) memperingati Hari Diabetes Sedunia dengan tema “Eyes On Diabetes” yang bertempat di Departemen Kesehatan Indonesia, Jl. Percetakan Negara No. 29. Hari peringatan ini diperingati bertujuan untuk mempromosikan pentingnya upaya skrining dalam memastikan diagnosis awal dan inisiasi pengobatan diabetes tipe II.

Diabetes sendiri merupakan salah satu penyakit no 3 di indonesia yang menyebabkan kematian. Menurut data Sample Registration Survey (SRS) pada tahun 2014 Diabetes memiliki persentase 6,7%, setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung koroner (12,9%). Sedangkan pada tahun 2015, jumlah penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebanyak 10 juta jiwa, dengan jumlah ini, Indonesia menjadi negara peringkat ke tujuh di dunia setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan Meksiko.

 

whatsapp-image-2016-11-21-at-12-53-10

Dari kiri ke kanan : Prof. DR. dr. Achmad Rudijanto, Sp.PD-KEMD, Prof. DR. dr. Agung Pranoto, MKes, SpPD, K-EMD, FINASIM dan Dr. Lily S. Sulistyowati MM

 

Setidaknya 415 juta orang dewasa di dunia menderita diabetes pada 2015, dimana sebagian besar merupakan kasus diabetes tingkat II. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah hingga 642 juta pada tahun 2040. Selain meningkatnya kasus diabetes tipe II pada orang dewasa, ternyata kasus diabetes tipe II juga meningkat pada kalangan anak – anak dan remaja. Hal ini disebabkan oleh obesitas pada anak – anak dan remaja serta kurangnya aktifitas fisik akibat kemajuan teknologi serta tersedianya berbagai fasilitas yang menjadikan anak malas beraktifitas dan bergerak.

Berikut adalah faktor – faktor resiko yang dapat memicu timbulnya penyakit diabetes :

  1. Riwayat Keluarga. Menurut Prof. DR. dr. Agung Pranoto, MKes, SpPD, K-EMD, FINASIM, jika keluarga atau saudara kandung (perempuan) penderita diabetes II, maka peluang keturunan berikutnya untuk mengidap diabetes menjadi lebih besar.
  2. Resiko diabetes tipe II meningkat seiringnya bertambah usia, terutama setelah berumur 40 tahun. Hal ini berhubungan dengan aktifitas yang menurun serta kehilangan massa otot dan berat badan.
  3. Menurut penelitian, ras asia dan kulit hitam lebih rentan terkena penyakit diabetes
  4. Obesitas merupakan penyumbang terbesar dalam penyebab diabetes hal ini disebabkan semakin banyak jaringan lemak, maka semakin besar pula resistensi sel terhadap insulin.
  5. Aktifitas fisik yang kurang memadai
  6. Diet tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan dan minuman berkalori tinggi, lemak jenuh, gula dan rendah serat.
  7. Memiliki tekanan darah tinggi atau tingkat lipid yang tinggi
  8. Diabetes gestational yaitu perempuan yang mengalami diabetes selama kehamilan memiliki resiko lebih tinggi terkena diabetes tipe II.

Skrining pada kasus diabetes tipe II menjadi hal penting, karena diabetes tipe II memiliki gejala yang begitu ringan, sehingga terabaikan oleh penderita. Namun tanpa disadari, fungsi organ – organ tubuh penderita diabetes tipe II akan rusak. Sehingga ketika penyakit ini terdiagnosis, umumnya penderita diabetes tipe II mengalami komplikasi penyakit yang serius seperti, penyakit kardiovaskular, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi anggota bagian bawah.

Selain melakukan skrining diabetes tipe II di rumah sakit, klinik, laboratorium, dan Posbindu PTM yang berada di bawah pengawasan puskesmas, untuk memodifikasi dan mengurangi faktor resiko komplikasi, kasus diabetes tipe II dapat dicegah atau ditunda dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan menerapkan metode CERDIK. CERDIK adalah :

  • Cek kesehatan secara berkala, yaitu melakukan tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur.
  • Enyahkan asap rokok dengan menghindari penggunaan tembakau/rokok.
  • Rajin melakukan aktifitas fisik minimal 30 menit sebanyak 5 kali dalam seminggu.
  • Diet sehat dan seimbang, yaitu 3 – 5 porsi buah dan sayuran setiap hari, serta mengurangi asupan gula, garam dan lemak jenuh.
  • Kelola stress.

Dengan menerapkan gaya hidup metode CERDIK, Dr. Lily S. Sulistyowati MM perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berharap, dapat menyelamatkan 160 juta kasus diabetes tipe II di tahun 2040.