Cara Bijak Merencanakan Keuangan Keluarga

Dalam hidup berkeluarga, salah satu aspek yang kerap dianggap tabu untuk didiskusikan antara suami dan istri adalah soal keuangan. Ada pasangan yang menganggap suamilah yang memiliki hak prerogratif untuk memberikan uang kepada istri tanpa perlu mendiskusikan berapa kebutuhan keluarga. Saya pernah mendengar cerita salah seorang teman yang mengeluh tentang pengaturan keuangan keluarganya. “Saya nggak tahu gaji suami berapa. Saya inginnya duduk bareng untuk diskusikan soal pengaturan keluarga. Karena dana yang diberikan tak cukup untuk kebutuhan keluarga,” katanya.

Saya pribadi menganggap bahwa keterbukaan antara suami dan istri sangat penting demi mewujudkan kondisi keuangan keluarga yang sehat. Keterbukaan adalah awal dari perencanaan keuangan keluarga. Hal tersebut dikatakan  Prita Gozie, pemilik ZAP Finance, di sebuah workshop perencanaan keuangan yang diselenggarakan pada Selasa, 25 Juli 2017. Menurut Prita, ada empat masalah yang menyebabkan keuangan tak terencanakan dengan baik.

  1. Bad habit: Misalnya hobi membelanjakan barang-barang yang tak dibutuhkan
  2. Debt size: Pengeluaran lebih banyak daripada penghasilan
  3. Inflation: kenaikan harga barang selama periode tertentu yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik
  4. High lifestyle: Gaya hidup mewah

Berdasarkan data, sebanyak 18 persen masyarakat memiliki hobi berhutang. Sementara, 32 persen lainnya memiliki gaya hidup yang tinggi. Untuk menghindari keuangan rumah tangga tidak sehat, langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan financial check up. Secara umum, kesehatan keuangan bisa dibagi dalam empat kategori:

  1. Tidak sehat: Keuangan dikatakan tidak sehat jika pengeluaran lebih besar daripada penghasilan serta sering berutang kartu kredit dan tidak memiliki aset.
  2. Sehat: Pengeluaran sama dengan penghasilan namun sering terlambat membayar lunas tagihan kartu kredit serta memiliki investasi walaupun minimal.
  3. Mandiri: Penghasilan lebih besar daripada pengeluaran serta tidak memiliki utang kartu kredit dan memiliki investasi maksimal.
  4. Sejahtera: Penghasilan lebih besar daripada pengeluaran, memiliki penghasilan pasif dari aset. Selain itu, tak memiliki utang dan rajin berderma.

Hal menarik yang kemudian disampaikan oleh Prita adalah tentang jenis pos pengeluaran. Ada empat jenis pengeluaran yakni :

1. Wajib dan Tetap
Pengeluaran ini tak bisa ditunda seperti cicilan pinjaman, uang sekolah, uang Asisten Rumah Tangga (ART), gaji sopir dan pembayaran premi asuransi.

2. Wajib dan Fluktuatif
Jenis ini seperti listrik dan telepon kemudian biaya makan atau dapur. Biaya makan atau dapur serta transportasi juga dimasukkan dalam pos ini. Hal yang sama juga untuk tabungan dan investasi

3. Tidak Wajib dan Tak Tetap
Pengeluaran untuk biaya pembayaran internet, TV Kabel, les anak, pembelian majalah dan koran dimasukkan ke bagian ini. Ini adalah jenis pengeluaran yang bisa tidak dikeluarkan setiap bulan.

4. Tidak Wajib dan Fluktuatif
Pada pos ini, segala sesuatu terkait gaya hidup dimasukkan dalam jenis pengeluaraan ini. Pengeluaran ini meliputi biaya hiburan, hadiah, dan angpau hingga liburan.

Langkah kedua yang bisa kita lakukan adalah memiliki dana darurat. Dana darurat memiliki bermanfaat untuk persiapan menghadapi pengeluaran tak terduga, seperti biaya dokter, obat, atau rumah sakit. Dana ini juga akan terasa berharga ketika hal yang diluar kehendak kita terjadi, seperti musibah bencana alam, kemalingan atau kematian, PHK mendadak, atau harus mendanai biaya perbaikan alat-alat seperti AC dan kulkas  yang rusak tanda diduga.

Lalu bagaimana alokasi keuangan yang tepat? Begini komposisinya :

  1. Zakat : 5%
  2. Menabung Dana Darurat : 10%
  3. Biaya Hidup : 30%
  4. Cicilan Pinjaman : 30%
  5. Investasi : 15%
  6. Gaya Hidup : 10%

Menurut Buku Saku Ibu Bijak yang disusun oleh Visa, merencanakan keuangan dapat dilakukan dengan cara :

  1. Tentukan Kebutuhan dan Keinginan
    Buatlah dua daftar keinginan dan kebutuhan dari pertanyaan pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti, mengapa saya mengingikannya? Bagaimana hal akan berbeda jika memiliki itu? Atau, apa hal yang penting untuk saya?Setelah daftar selesai, evaluasi kembali apa saja yang memenuhi syarat sebagai kebutuhan sebelum memutuskan membeli barang yang akan berdampak pada anggaran keuangan.
  1. Tetapkan Pedoman
    Cara untuk menjaga anggaran agar tetap seimbang antara keinginan dan kebutuhan adalah dengan menetapkan pedoman yang jelas
  1. Lacak, Potong, dan Sasar
    Langkah mudah untuk merencanakan keuangan adalah dengan melancak penggunaannya. Setelah melacak dengan seksama pasti akan melihat banyaknya pengeluaraan untuk makan di luar, hiburan atau biaya rekreasi.

Nah sekarang, apakah perencanaan keuangan keluarga Anda sudah cukup baik? Kalau belum, tak ada salahnya mulai mempraktekkan langkah-langkah di atas. (rab)