Banyuwangi Ijen Green Run dan Festival Kuwung

Akhir pekan ini jika berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur, anda akan menyaksikan Banyuwangi Ijen Green Run dan Festival Kuwung. Apa keistimewaan acara ini?
Banyuwangi Ijen Green Run merupakan event olahraga wisata trail run yang melewati rute menarik dengan menyuguhkan pesona alam perkebunan, sungai dan lereng gunung Ijen Banyuwangi. Ada tiga kategori yang dilombakan yakni 6 kilometer, 12 kilometer dan 25 kilometer. Peserta nantinya akan melewati jalanan berbatu, tanah hingga sungai.
banyuwangi-run
 
Nantinya para peserta akan mengikuti Tanjakan Asmara, Perkebunan Karet, Perkebunan Kopi, Perkebunan Cengkeh, Air terjun Kalibendo, Pabrik Kalibendo dan lain-lain. Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan dengan dengan diadakannya Banyuwangi Ijen Green Run diharapkan dapat menawarkan event olahraga berbalut nuansa wisata. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DInas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkab Banyuwangi, Wawan Yadmika mengatakan animo para pelari dari luar Banyuwangi untuk mengikuti acara ini sangat tinggi. “Padahal ini pertama kali diselenggarakan,” katanya seperti dikutip dari antaranews.com.
 
Para peserta disuguhi beraneka buah-buahan yang banyak tumbuh di sekitar lereng Gunung Ijen. Juga ada aneka kuliner yang dapat dinikmati. Di daerah yang dilewati seperti di Perkebunan Kalibendo, peserta dapat menikmati jagung.
 
Malam harinya, ada karnaval budaya yang dikemas dalam Festival Kumung dengan tema Etnis Kembang Setaman Bumi Blambangan. Festival Kuwung ini dilaksanakan dalam rangka Hari Ulangtahun Banyuwangi.
Ada parade fragmen dan defile yang mengangkat keanekaragaman etnis di Banyuwnagi seperti suku Using, Jawa, Mandar, Bali, Madura hingga Tionghoa. Dikabarkan, jumlah peserta yang akan hadir sebanyak 900 peserta. Perwakilan pelaku seni di setiap kecamatan akan membawakan lakon cerita yang berbeda misalnya folklore Bambang Menang Diwisuda.
Dikutip dari website banyuwangikab.go.id, legenda ini mengisahkan perjuangan Bambang Menak yang berhasil mengalahkan ayahandanya sendiri, Kebo Marcuet dan diwisuda menjadi pemimpin Bumi Blambangan. Ada juga cerita Macan Putih, Bersih Desa Alas Malang dan lain-lain. (rab)