Aneka Jajanan Khas Bandung yang Patut Dicoba!

Akhir pekan nanti, biasanya warga Jakarta banyak yang doyan berlibur ke Bandung. Nah, kalau kamu jalan-jalan ke Bandung, jangan lupa mencoba aneka jajanan khas daerah pasundan ini! 

Bicara tentang Bandung, pasti tak jauh dari tema belanja murah dan makanan enak. Ada beragam pilihan makanan di Bandung dan kita dapat memulainya dari jalanan. Iya betul, dari pinggir jalan. Eits, jangan salah. Makanan pinggir jalan ala kota Bandung rasanya tak kalah nikmat dengan makanan selevel restoran dan kafe. Malahan rasanya lebih orisinil. Bayangkan saja, menyantap Surabi Oncom dengan udara yang sejuk sambil memerhatikan hilir mudik warga Bandung.

Urusan harga pun tak usah khawatir. Makanan di Bandung ini harganya sangat terjangkau, rasanya pun nikmat. Setuju kan kalau ada yang menyebut Bandung sebagai “Surga Makanan”.

Kira-kira apa saja rekomendasi kuliner jalanan di Bandung? Simak informasinya berikut ini.

  1. Bandros

Bukan bis wisata yang hits itu lho ya. Bandros yang dimaksud adalah penganan yang dibuat dengan cara dipanggang. Penjual bandros pasti menggunakan gerobak. Rasa makanan ini gurih karena pada dasarnya memang terbuat dari adonan tepung beras dan kelapa parut. Namun jika ingin rasa yang lebih manis, kita dapat meminta tambahan taburan gula di bagian atas Bandros. Paling enak menyantap Bandros di kala hangat baru diangkat dari panggangannya.  Bandros  dijual pagi hari, dapat ditemui di sekitar pasar tradisional dan areal wisata. Misalnya sekitar Pasar Baru dan Floating Market.

  1. Surabi Oncom

Surabi bukan makanan yang unik. Di kota lain kita dapat menemukan makanan sejenis. Tapi khusus untuk Surabi rasa Oncom, hanya di Bandung lah tempat terbaik untuk mendapatkannya. Pastikan membeli dan memakan Surabi Oncom jika berburu kuliner jalanan di Bandung. Mereka dapat dibeli di banyak kios, di antaranya di Jalan Cihapit dan Jalan Setiabudi.

  1. Kue Cubit

Penganan ini pernah sangat populer di media sosial. Tiba-tiba penjual Kue Cubit laris manis dagangannya selalu sold out. Di Car Free Day di Dago saja bermunculan banyak pedagang Kue Cubit. Pada mulanya makanan ini hanya terdiri dari dua rasa, yaitu tawar dan manis cokelat. Kini cemilan yang teksturnya seperti roti ini punya rasa yang lebih bervariatif. Ada rasa Green Tea, Red Velvet, bahkan Keju.

  1. Cakue dan Odading

Dua makanan ini merupakan paket combo. Umumnya penjual Cakue menjual Odading juga. Jika odading berbentuk persegi dan teksturnya lebih terasa mengenyangkan, Cakue bentuknya lonjong dan lebih ringan.  Cakue rasanya asin, Odading rasanya manis. Keduanya digoreng di dalam wajan yang sama. Temukan mereka di sekitar pasar tradisional sepertisekitar Pasar Cihapit dan Pasar Baru.

  1. Kue Ape

Satu lagi kue yang rasanya manis di Bandung. Kue Ape namanya. Bentuknya seperti payudara oleh karena itu di beberapa tempat dinamakan Kue Nenen. Warnanya dominan hijau, terutama pada bagian tengahnya. Warna hijaunya berasal dari warna daun pandan yang dicampur dalam adonan. Kue Ape bentuknya mungil, dapat dimakan sekali duduk. Kita dapat menemukan penjual Kue Ape di Jalan Burangrang dan Jalan ABC. Di Jakarta pun ada kue serupa bentuknya, hanya beda namanya.

  1. Kue Balok

Sesuai namanya, cemilan ini berbentuk seperti balok. Kepadatan kuenya pun dibuat kenyal dan tebal. Makanan ini pada awalnya diperuntukkan bagi para pedagang di pasar. Karenanya Kue Balok hanya dijual pada malam hari hingga pagi menjelang. Namun sekarang tren-nya bergeser, Kue Balok dapat dibeli pagi hari hingga sore. Menyantap Kue Balok enaknya sambil menyeruput segelas teh manis hangat atau kopi. Kehangatannya memeluk kita di antara udara dingin Bandung yang sejuk.

Di kunjungan ke Bandung berikutnya, pastikan berburu kuliner jalanan seperti yang sudah disebutkan pada bagian atas. Selamat berlibur, selamat makan-makan! (nw)