Ajak Anak Ke Bioskop, Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Mengajak anak menonton film di bioskop memang bukan perkara mudah. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua sebelum melakukannya. Apa saja itu?

Saat Sudah Cukup Besar

Pengalaman tiap orangtua saat pertama kali mengajak anaknya ke bioskop pasti berbeda-beda. Apalagi untuk anak-anak yang masih berusia balita, tentu saja hal ini tidak mudah dilakukan. Ada ibu yang bercerita tentang putrinya yang masih berusia 2,5 tahun tapi sangat anteng saat diajak ke bioskop untuk pertama kalinya. Tapi ada juga ibu yang bercerita tentang putranya yang sudah berusia hampir lima tahun tapi masih ketakutan saat diajak menonton film di bioskop dan akhirnya harus keluar dari studio bahkan saat film belum dimulai.

Sebenarnya pada usia berapa tahun anak bisa diajak menonton ke bioskop? Menurut psikolog Roslina Verauli, M.Psi, paling aman mengajak anak ke bioskop adalah saat usia mereka sudah cukup besar, setidaknya di atas empat tahun. Karena di sekitar umur ini biasanya anak sudah bisa mengikuti garis besar cerita secara lengkap dan memiliki kesabaran untuk duduk tenang lebih dari satu jam.

“Bagi kita rasanya hanya dua jam, tapi dilihat dari kacamata anak-anak rasanya seperti lima jam. Coba bayangkan bila kita disuruh duduk diam selama lima jam, kira-kira akan seperti apa rasanya?” jelas Vera. Karena alasan itulah, durasi film yang akan ditonton juga wajib diperhatikan. Semakin lama durasi film, maka kemungkinan besar anak juga akan merasa semakin tidak betah berada lama di dalam bioskop.

ajak-anak-nonton-film-bioskop

Orangtua Harus Pintar Bersikap

Masih menurut Vera, alasan lain anak merasa takut saat diajak menonton di bioskop adalah penerangan di dalamnya yang sangat minim dan suaranya menggelegar. Bagi anak-anak yang nggak terbiasa di kegelapan dan jarang menonton televisi dalam volume besar, hal ini tentu saja “mengerikan”. Belum lagi untuk anak-anak yang agak peka dengan suara keras dan ramai, hal ini menyiksa untuk dirinya. Banyak pendapat yang juga mengatakan bahwa dikhawatirkan indra pendengar dan penglihatan balita masih belum siap untuk menerima kerasnya suara bioskop dan tajamnya gambar layar bioskop.

Tapi hal ini tidak berlaku untuk setiap balita. Banyak kasus dimana orangtua ‘sukses’ mengajak anak balitanya menonton film di bioskop dan tidak merasa terganggu dengan kegelapan di dalam studio. gambar layar bioskop yang terlalu tajam, atau suaranya yang cukup keras. Vera menjelaskan kalau hal ini tergantung dari tiap-tiap anak dan juga kepintaran orangtua dalam membaca tingkah laku anak.

“Tidak memaksa anak untuk terus menonton atau malah membujuknya untuk tetap menonton meskipun sudah nggak betah, itu kan bisa pintar-pintarnya orangtua membaca sikap anak. Kalau anak bisa tenang jika harus berpindah-pindah duduk diantara orangtuanya, ya ikuti saja. Atau kalau ibu harus terus memangku anaknya selama film berlangsung, nggak ada salahnya dilakukan,” ujarnya.

Jangan Paksakan Jenis Film

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diperhatikan sebelum mengajak anak ke bioskop untuk pertama kalinya adalah jenis film yang akan ditonton. Selain berkaitan dengan durasi dan semakin lamanya anak berada di dalam studio, jalan cerita dari jenis film yang dipilih juga sangat penting diperhatikan. Film animasi cocok untuk anak-anak karena jalan ceritanya yang mudah dipahami oleh mereka dan juga durasinya yang tidak terlalu panjang. Tampilan gambar-gambar indah yang disajikan di dalam film animasi kemungkinan akan membuat anak semakin betah menonton.

Jangan paksakan anak untuk menonton film yang bukan untuk usianya, meskipun film tersebut memiliki rate G atau General Audience atau umum. Karena meskipun bisa ditonton untuk berbagai usia, tapi bukan tidak mungkin ada adegan menakutkan yang tidak cocok disaksikan untuk anak. Jangan lupa, anak balita masih memercayai apa yang dilihatnya, jadi jangan sampai anakmu terpengaruh dengan film yang ditontonnya.

Agar tidak salah memilih film, luangkan waktu untuk melihat sinopsis atau trailer film yang akan ditonton di internet. Dengan mengetahui pasti jalan cerita film yang akan ditonton, orangtua jadi tidak perlu khawatir lagi dengan tayangan yang nanti akan disaksikan oleh anak balitanya di bioskop.

Terakhir, memaksakan anak untuk ikut menonton film bertema dewasa karena tidak bisa meninggalkan anak di rumah sendirian juga bukan tindakan yang tepat. Film bertema dewasa, seperti film romance atau action, tentu saja tidak pantas ditonton oleh anak. Alasan ‘nanti mata anak bisa ditutup saat ada adegan yang tidak boleh disaksikan’ tidak bisa dijadikan pembelaan. Jika memang ingin mengajak anak ke bioskop, maka pilihlah film yang memang cocok untuk usianya.(ew)