8 Manfaat Permainan Tradisional untuk Anak

Saat ini, jarang terlihat anak-anak memainkan permainan tradisional. Beberapa kalangan memang masih memperkenalkan permainan tradisional kepada anak, namun itupun sudah jarang. Keterbatasan lahan bermain serta semakin mudahnya akses terhadap gawai menjadi alasan yang paling sering dilontarkan oleh orang tua. Gawai juga kerap kali dianggap sebagai salah satu cara yang mudah untuk menyenangkan anak. Sementara, permainan tradisional memang membutuhkan beberapa perangkat atau bahkan lahan untuk bermain.

Ada juga yang tidak memperkenalkan permainan tradisional dengan alasan keamanan dan kenyamanan. Tidak memperbolehkan bermain di luar karena khawatir dengan maraknya berita penculikan. Tidak nyaman karena sekarang semakin banyak polusi.

Permainan tradisional sebetulnya mengasikkan. Dan tidak semua permainan tradisional butuh lahan yang luas. Misalnya, permainan congklak atau bola bekel tidak membutuhkan lahan bermain yang luas. Cukup di salah satu ruangan di rumah, anak-anak sudah bisa memainkan permainan ini.

Ada banyak manfaat  permainan tradisional untuk anak. Di antaranya adalah,

  1. Menciptakan Rasa Senang

Anak-anak memang pada dasarnya senang bermain. Permainan tradisional akan membuat anak-anak menjadi senang.

  1. Belajar Berkompetisi dan Sportif

Bermain lompat tali merupakan salah satu permainan tradisional seperti berkompetisi. Ada yang menang dan kalah. Anak-anak akan belajar untuk sportif dengan permainan tradisional seperti ini. Anak belajar mengelola emosinya saat berkompetisi. Tidak mudah kecewa bila kalah, tetapi tidak sombong bila menang.

  1. Belajar Bersosialisasi

Umumnya, untuk memainkan permainan tradisional dibutuhkan minimal 2. Di sini, anak-anak akan belajar bersosialisi dengan teman-temannya.

  1. Meningkatkan kreativitas

Ada beberapa permainan tradisional yang membuat anak menjadi kreatif. Membuat pesawat terbang dari kertas, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali. Anak-anak akan menggunakan imajinasi ketika membuat atau sedang bermain permainan ini.

  1. Berolahraga

Kadang anak-anak susah untuk diajak berolahraga, tetapi senang bila diajak bermain. Banyak permainan tradisional yang menuntut anak harus aktif bergerak. Petak umpet, kucing-kucingan, lompat tali, galasin, dan masih banyak lagi. Badan anak menjadi lebih bugar dengan aktif bergerak.

  1. Bekerjasama dengan Tim

Ada juga beberapa permainan tradisional yang membutuhkan kerjasama tim, misalnya permainan galasin atau benteng. Anak akan belajar untuk tidak egois bila berada dalam tim. Anak akan belajar menjadi pemimpin atau anggota bisa berada dalam satu tim. Bersama dengan teman-temannya, anak akan belajar untuk mengatur strategi.

  1. Mengasah Kecerdasan

Ketika sedang bermain congklak, anak akan menghitung biji congklaknya. Anak belajar membuat strategi ketka bermain catur. Ketika sedang bermain engklek, anak pun biasanya akan menghitung lompatannya. Disadari atau tidak, pada saat itu anak sedang mengasah kecerdasannya.

  1. Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Kebiasaan bersosialisasi dan belajar mengatur taktik bersama kawan-kawan akan menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.

Berbagai manfaat permainan tradisional bisa membentuk karakter anak. Mereka akan menjadi anak yang tahu bagaimana menyikapi menang dan kalah. Menjadi anak-anak yang jujur.

Orang tua sebaiknya tetap memperkenalkan anak-anak dengan permainan tradisional. Segala keterbatasan yang menjadi alasan harus dicari solusinya.  Orang tua tetap bisa mengenalkan permainan tradisional di rumah. Bila anak-anak belum ada teman bermain sebaya, bisa juga bermain dengan orang tuanya. Dengan bermain bersama orang tua ada manfaat lain yang juga bisa didapat yaitu mempererat ikatan antara orang tua dan anak. (ma)