5 Cara Menjaga Akun Media Sosial agar Aman dari Stalking HRD

Sudah bijakkah kamu dalam memakai media sosial? Tahukah bahwa konten dalam akun media sosial dapat mempengaruhi proses pencarian kerja? Mau tahu sebesar apa pengaruh  yang ditimbulkan oleh akun media sosial terhadap jati dirimu?

Menurut Wikipedia, media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliput blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual.  Blog, wiki, dan jejaring sosial merupakan bentuk media sosial yang paling umum di gunakan oleh orang di seluruh dunia.

Di era milineal sekarang ini, oleh banyak orang, seseorang bisa dianggap tidak ikut arus kekinian jika tidak mengenal sosial media.  Dari anak-anak sampai orangtua, dari pegawai biasa hingga ke pejabat, bahkan dari perusahaan dalam dan luar negeri rata-rata mempuyai akun media sosial.  Bahkan banyak di antara mereka yang rela merogoh kantong membayar seseorang untuk mengendalikan akun media sosialnya.  Kenapa? Karena akun media sosial adalah salah satu cara yang bisa dilakukan untuk promosi diri secara personal dan promosi barang dalam kelompok/perusahaan. Konten dalam akun media sosial kamu adalah gambaran diri, karakter dan juga nilai dirimu.

Di antara media sosial yang paling laris manis adalah Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan juga Blog.  Dalam penggunaannya, bukan tidak mungkin seseorang akan teledor berbahasa kasar dalam konten kontennya.  Bahkan ada juga yang sengaja atau tidak sengaja menyindir seseorang dengan bahasa politik sehingga muncullah nilai negatif dari sebuah media sosial.  Ini menjadi perhatian khusus yang harus dicermati dan dicari solusinya.

Sebenarnya, media sosial mempunyai banyak kekuatan untuk mengusung seseorang kearah yang lebih baik jika digunakan dalam hal-hal yang bernilai positif.  Bahkan, media sosial dapat menghasilkan pundi-pundi jika unsur-unsurnya terpenuhi, misalnya dalam berbisnis online.

Dalam hal proses pencarian kerja, hati-hati dalam menggunakan media sosial sebab bisa saja pihak HRD akan berselancar dalam akun pribadimu yang dalam bahasa kerennya disebut dengan stalking.  Ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam ber-media sosial yang baik karena nantinya akan mempengaruhi proses pencarian kerja kelak di kemudian hari.  Pandangan perusahaan yang membuat manajemen enggan mempekerjakan calon karyawan karena konten sosial media mereka yang antara lain:

  1. Kandidat memposting konten tentang kebiasaan minum atau menggunakan obat-obatan
  2. Kandidat menjelek-jelekkan perusahaan tempat dia pernah bekerja
  3. Kandidat membuat komentar yang berbau SARA atau diskriminatif
  4. Kandidat berbohong tentang kualifikasinya
  5. Kandidat memposting informasi perusahaan tempat ia pernah bekerja

Selain itu, ada juga beberapa hal yang perlu dilakukan agar akun media sosial kamu tetap bisa berjalan seperti semula dan tidak menjadi hal yang buruk untuk menjadi penilaan HRD saat stalking di media sosial anda:

  1. Perhatikan album foto online kamu di fb, atau tempat lainnya. Hapus foto yang bisa merusak reputasimu
  2. Jangan memamerkan hal-hal negatif ke dunia luar. Fokuskan kepada hal-hal yang bernilai positif baik yang berhubungan dengan dunia profesional maupun personal
  3. Cobalah untuk membuat grup khusus untuk profesimu dan gabunglah dengan profesional grup yang ada di fb atau media lainnya. Salah satu cara menjalin hubungan dengan para pemimpin, rekruiter atau sesama profesi
  4. Selektif menerima teman. Hanya karena orang meng-add kamu sebagai friend bukan berarti kamu harus menerimanya. Kamu tidak akan pernah tahu siapa nama di balik fb atau twitter tersebut.
  5. Jika kamu masih bekerja atau terikat dengan perusahaan tertentu, jangan membeberkan pencarian kerjamu di dunia maya. Bukan tidak mungkin manajemen tempat kamu bekerja sekarang mengetahui hal tersebut dan menilai rendah loyalitas dirimu.

Ayo, segera rapikan konten akun sosial media milikmu! (sm)